MARKET DATA

Tanda-Tanda Warga RI Butuh Uang, Fenomenanya Terlihat di Mobil Bekas

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
29 October 2026 15:30
Ilustrasi penjualan mobil bekas. (CNBC Indonesia/Martya Rizky)
Foto: Ilustrasi penjualan mobil bekas. (CNBC Indonesia/Martya Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar otomotif Indonesia tengah menghadapi pergeseran pilihan konsumen. Pergeseran ini terjadi ketika konsumen memiliki lebih banyak pertimbangan sebelum membeli kendaraan baru. Persaingan harga, promo mobil baru, hingga kehadiran mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) yang semakin terjangkau ikut mengubah pilihan di pasar otomotif.

Pengamat otomotif Bebin Djuana melihat pasar mobil bekas juga mengalami penyesuaian harga setelah cukup lama tertekan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari persaingan dengan kendaraan baru yang menawarkan berbagai promosi dan pilihan mobil listrik dengan harga lebih ramah di kantong.

"Harga mobkas (mobil bekas) terkoreksi, setelah sekian lama mati suri, akibat promo-promo mobil baru, ditambah BEV yang harganya ramah di kantong, jadi harga mobil bekas ikut turun," katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (29/10/26).

Selain persaingan dengan mobil baru, pasokan kendaraan bekas di pasar juga bertambah. Sebagian pemilik memilih melepas mobil yang sudah jarang digunakan, sementara lainnya menjual kendaraan untuk memenuhi kebutuhan dana.

"Belum lagi stok yang cukup banyak akibat pengurangan unit-unit yang sudah jarang dipakai atau yang BU atau butuh uang," kata Bebin.

Bertambahnya pasokan membuat penjual perlu menyesuaikan harga dengan kondisi permintaan. Situasi ini sekaligus memberikan ruang bagi calon pembeli untuk mencari kendaraan bekas dengan harga yang lebih sesuai kemampuan mereka.

Bebin menilai kondisi pasar mobil bekas kini mulai bergerak menuju tingkat harga yang lebih bisa diterima konsumen. Penyesuaian tersebut menjadi perkembangan penting setelah pasar menghadapi tekanan dari persaingan kendaraan baru.

"Saat ini mobkas mulai menemukan harga-harga yang bisa diterima konsumen," katanya.

Meski demikian, pergeseran ke mobil bekas menjadi perhatian bagi produsen kendaraan baru. Sebab, keputusan konsumen menunda atau mengalihkan pembelian ke mobil bekas dapat memengaruhi permintaan kendaraan baru yang diproduksi industri otomotif nasional.

Sebelumnya, Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto mengungkapkan masyarakat kini mulai beralih ke mobil bekas atau used car, di tengah upaya industri mendorong penjualan mobil baru.

"Karena sekarang market-nya bergeser kepada used car. Jadi nanti bentuknya seperti apa mungkin perlu diskusi lebih lanjut," kata Nandi, Senin (27/10/2026).

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Usai Datangi Menperin, Bos Toyota Ucap Warga RI Kini Pilih Mobil Bekas


Most Popular
Features