Impor Avtur-BBM Melonjak hingga September 2026
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor minyak mentah dan hasil minyak Indonesia mengalami peningkatan signifikan pada Januari-September 2026.
Kenaikan nilai impor dari komoditas tersebut mencapai dua digit di tengah terkereknya harga komoditas energi, termasuk minyak mentah.
Berdasarkan data BPS, nilai impor minyak mentah mencapai US$8,68 juta pada Januari-September 2026. Angka ini naik 29,13% secara kumulatif bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Januari-September 2025, nilai impor minyak mentah tercatat US$6,72 juta.
Meski demikian, nilai impor minyak mentah mengalami penurunan bila dilihat secara bulanan. Nilainya sebesar US$728.484,5 pada September 2026, turun 20,74% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Adapun untuk impor hasil minyak yang terdiri dari bahan bakar motor dan bahan bakar pesawat alias avtur juga mengalami peningkatan nilai untuk periode Januari-September 2026.
Nilai impor bahan bakar motor atau minyak ringan mencapai US$10,76 juta pada Januari-September 2026. Angkanya naik 36,03% secara kumulatif bila dibandingkan dengan US$7,91 juta pada Januari-September 2026.
Secara khusus, nilai impor bahan bakar motor atau minyak ringan mencapai US$1,2 juta pada September 2026. Namun, angkanya turun 8,77% secara bulanan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Kedua, nilai impor bahan bakar pesawat mencapai US$1,09 juta pada Januari-September 2026. Angkanya melonjak 76,43% dibandingkan dengan US$623.248 pada Januari-September 2025.
Secara spesifik, nilai impornya adalah US$159.623 pada September 2026. Angka ini turun 13,96% secara bulanan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]