Kabar Baik Buat Peternak, Produksi Jagung RI Tahun Ini Diramal Naik
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah proyeksi penurunan produksi beras nasional sepanjang 2026, produksi jagung Indonesia justru diperkirakan meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% mencapai 16,39 juta ton sepanjang Januari-Desember 2026.
Angka tersebut naik tipis 1,43% atau sekitar 230 ribu ton dibandingkan produksi jagung pada 2025 yang mencapai 16,16 juta ton.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, kenaikan produksi jagung secara tahunan ini terjadi meskipun produksi pada September 2026 mengalami penurunan.
Berdasarkan hasil amatan Kerangka Sampel Area (KSA) September 2026, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% diperkirakan mencapai 1,30 juta ton. Jumlah tersebut turun 6,46% dibandingkan September 2025 yang mencapai 1,39 juta ton.
Sementara itu, secara kumulatif produksi jagung sepanjang Januari-September 2026 mencapai 13,16 juta ton, meningkat 2,73% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 12,81 juta ton.
Adapun untuk periode Oktober-Desember 2026, BPS memperkirakan potensi produksi jagung mencapai 3,23 juta ton. Angka ini turun 3,55% atau sekitar 120 ribu ton dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 3,35 juta ton.
"Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14% sepanjang Januari sampai dengan Desember 2026 diperkirakan mencapai 16,39 juta ton, atau mengalami peningkatan sebesar 0,23 juta ton, atau naik sebesar 1,43% dibandingkan dengan Januari sampai Desember 2025," jelas Ateng dalam konferensi pers BPS, Senin (2/11/2026).
Dengan demikian, meskipun produksi jagung diperkirakan melemah pada akhir tahun, secara keseluruhan produksi sepanjang 2026 masih berpotensi tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya.
Luas Panen Jagung Turun Tipis
Sejalan dengan proyeksi produksi, luas panen jagung nasional sepanjang 2026 diperkirakan sedikit menyusut. BPS mencatat luas panen jagung pipilan pada September 2026 mencapai 0,21 juta hektare, turun 3,59% dibandingkan September 2025 yang mencapai 0,22 juta hektare.
Namun, secara kumulatif luas panen jagung Januari-September 2026 mencapai 2,23 juta hektare atau naik 1,64% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,20 juta hektare.
Sementara itu, potensi luas panen jagung pada Oktober-Desember 2026 diperkirakan mencapai 0,48 juta hektare. Jumlah tersebut turun 7,30% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 0,51 juta hektare.
Dengan perkembangan tersebut, total luas panen jagung pipilan sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 2,71 juta hektare, relatif tidak berubah atau turun tipis 0,06% dibandingkan 2025.
(wur) [Gambas:Video CNBC]