MARKET DATA

Warning! Produksi Padi 3 Bulan ke Depan Diproyeksi Anjlok Hampir 12%

haa,  CNBC Indonesia
01 October 2026 13:30
Panen padi di Rorotan, Jakarta, Kamis (3/9/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produksi padi Indonesia pada Agustus 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini terjadi seiring berkurangnya luas panen pada bulan tersebut.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengungkapkan realisasi luas panen padi pada Agustus 2026 mencapai 1,08 juta hektare, turun 2,83% dibandingkan Agustus 2025 yang mencapai 1,11 juta hektare.

Sejalan dengan penurunan luas panen, produksi padi juga tercatat menurun. Pada Agustus 2026, produksi padi mencapai 5,46 juta ton gabah kering giling (GKG), turun 2,94% dibandingkan Agustus tahun lalu yang sebesar 5,63 juta ton GKG.

Sementara itu, produksi beras pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,15 juta ton atau turun 2,90% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, secara kumulatif sepanjang Januari-Agustus 2026, kinerja produksi padi masih relatif stabil. Luas panen padi tercatat mencapai 8,32 juta hektare atau naik tipis 0,11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun, BPS memperingatkan adanya potensi penurunan produksi pada tiga bulan mendatang. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan dan metode Kerangka Sampel Area (KSA), luas panen padi pada September-November 2026 diperkirakan hanya mencapai 2,23 juta hektare atau turun 12,97% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan luas panen tersebut diperkirakan akan berdampak pada produksi. BPS memperkirakan produksi padi pada September-November 2026 mencapai 12,24 juta ton GKG atau turun 11,96% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Proyeksi Produksi Beras

Sementara itu, produksi beras pada periode tiga bulan ke depan diproyeksikan sebesar 7,06 juta ton atau turun 11,95% secara tahunan.

Berbeda dengan padi, kinerja produksi jagung menunjukkan tren yang lebih positif.

BPS mencatat realisasi luas panen jagung pada Agustus 2026 mencapai sekitar 290 ribu hektare atau meningkat 23,60% dibandingkan Agustus 2025.

Kenaikan luas panen tersebut mendorong produksi jagung pipilan kering kadar air 14% (JPK KA 14%) menjadi 1,74 juta ton pada Agustus 2026, naik 24,81% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara kumulatif, produksi jagung sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 11,86 juta ton JPK KA 14%, meningkat 3,84% dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Data ini menunjukkan kontras antara komoditas padi dan jagung. Saat produksi padi mulai menghadapi tekanan akibat berkurangnya luas panen, produksi jagung justru menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat sepanjang tahun ini.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Produksi Beras Januari-April Tumbuh, Luas Panen dan Produksi Padi Naik


Most Popular
Features