Potensi Masih Besar, RI Keluarkan 3 Jurus Gaet Investor Migas Dunia
Denpasar, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) membeberkan bahwa ada tiga strategi untuk menciptakan iklim investasi hulu migas yang lebih menarik.
Strategi tersebut dinilai untuk mendorong investor global masuk ke dalam negeri, serta mempercepat kegiatan eksplorasi di Indonesia.
Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus mengungkapkan bahwa pendekatan pemerintah berfokus pada tiga area kunci dalam menciptakan lingkungan investasi hulu migas yang kondusif.
"Pertama, syarat fiskal berbasis risiko yang kompetitif dan mencerminkan tingkat risiko eksplorasi. Kedua, mekanisme perizinan yang menarik dan transparan yang mendorong partisipasi investor yang lebih luas. Yang terakhir, fleksibilitas yang lebih besar dalam akses data dan kegiatan eksplorasi," ungkap Rikky dalam acara 51st ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE), di The Meru Sanur, Denpasar, Bali, dikutip Selasa (27/10/2026).
Rikky menjelaskan bahwa jurus pertama dan kedua tersebut difokuskan pada penyesuaian skema fiskal agar berjalan dengan tingkat risiko eksplorasi di lapangan, dan penyederhanaan mekanisme lisensi. Melalui kemudahan perizinan yang transparan, pemerintah berupaya memberikan kepastian hukum dan daya tarik finansial bagi para investor.
Adapun pada jurus ketiga, pihaknya menekankan fleksibilitas akses data bawah permukaan (subsurface) melalui konsep Exploration Engine. Konsep ini ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu keterbukaan data (data open), eksplorasi digital (digital exploration), dan eksplorasi tanpa batas (borderless exploration).
Inovasi akses data ini dirancang agar para investor dapat melakukan evaluasi potensi migas secara lebih efisien sebelum menanamkan modalnya di Indonesia.
"Tujuannya adalah untuk membuat data bawah permukaan lebih mudah diakses, mempercepat evaluasi digital, dan memungkinkan investor menilai peluang secara lebih efisien sebelum mengalokasikan modal," tambahnya.
Menurutnya, implementasi tiga jurus tersebut bisa mendorong daya tarik hulu migas nasional. Hal ini tecermin dari capaian investasi hulu migas Indonesia pada 2025 yang berhasil menembus hampir US$ 15 miliar atau meningkat 4% dibandingkan realisasi pada tahun 2024.
Pihaknya optimis penerapan skema fiskal yang kompetitif dan keterbukaan data akan terus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat investasi energi di kawasan Asia.
"Lanskap minyak dan gas Indonesia yang terus berkembang memainkan peran sentral dalam membentuk ketahanan energi dan aliran investasi modal di seluruh Asia," tandasnya.
Dia pun membeberkan, potensi migas Indonesia masih besar. Pasalnya, Indonesia memiliki 128 cekungan atau basin yang mengandung hidrokarbon, namun sampai saat ini baru 20 cekungan yang berproduksi.
"Untuk investor, kami memiliki peluang di tiga tingkatan berbeda. Pertama, mengoptimalkan 20 cekungan yang berproduksi. Kedua, membuka 43 penemuan di cekungan yang telah dieksplorasi. Dan tentu saja, mengeksplorasi 65 cekungan frontier," ungkap Rikky.
Saat ini Indonesia mengantongi cadangan terbukti sebesar 2,3 miliar barel minyak dan 35 triliun kaki kubik (trillion cubic feet/TCF) gas bumi yang tersebar di 168 blok migas.