CLOSE AD
MARKET DATA
Internasional

Demo Mahasiswa Meluas ke Seluruh Negeri, Parlemen Ikut-ikutan Bentrok

tps,  CNBC Indonesia
24 October 2026 14:00
Polisi menggunakan meriam air di tengah protes anti-pemerintah oleh mahasiswa, di Tirana, Albania, 22 Oktober 2026. REUTERS/Florion Goga
Foto: REUTERS/Florion Goga

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan politik memuncak di Albania setelah para anggota dewan terlibat bentrok fisik di dalam gedung parlemen pada hari Kamis waktu setempat. Kekacauan memalukan ini pecah ketika kubu oposisi berusaha keras mengganggu jalannya sesi sidang, sementara majelis tetap nekat melanjutkan proses pemungutan suara terkait undang-undang di tengah krisis yang melanda negara tersebut.

Mengutip Euronews, Sabtu (24/10/2026), kericuhan ini meledak tepat setelah pimpinan parlemen menolak tuntutan oposisi untuk memperdebatkan aksi demonstrasi mahasiswa yang telah melumpuhkan ibu kota Tirana selama sepuluh hari berturut-turut. Para anggota dewan dari kubu oposisi secara agresif memblokir podium utama parlemen sambil memegang foto-foto mahasiswa yang terluka oleh tindakan represif aparat kepolisian pada protes sebelumnya.

Selama hampir dua minggu terakhir, para demonstran terus terlibat bentrokan hebat dengan polisi di pusat kota. Massa secara brutal melemparkan batu, suar, bom molotov, hingga kembang api ke arah barikade keamanan, yang kemudian dibalas secara keras oleh petugas menggunakan pentungan, meriam air, dan gas air mata. Pada hari Kamis, kerumunan besar mahasiswa bahkan telah mengepung pintu-pintu masuk gedung parlemen saat protes memasuki hari kesepuluh.

Para siswa sekolah menengah dan mahasiswa perguruan tinggi tersebut pada awalnya turun ke jalan untuk menuntut penurunan biaya kuliah, investasi negara yang lebih besar di bidang pendidikan, serta penghapusan praktik korupsi yang mengakar di sistem pendidikan. Namun, eskalasi gerakan ini kini meluas menjadi aksi antipemerintah skala besar yang secara lantang mendesak pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Sosialis Albania, Edi Rama.

Menanggapi desakan mundur tersebut, Rama menolak keras untuk mundur dan bersumpah akan terus melawan. Setelah bertemu dengan para guru dan perwakilan sekolah pada hari Selasa, sang PM berargumen bahwa keluhan sah masyarakat sedang dieksploitasi oleh pihak-pihak yang sengaja menghasut kekerasan.

"Gelombang lemparan batu, upaya untuk menggulingkan pemerintah dan mengganti mereka yang berkuasa melalui pemaksaan kekerasan, sesuatu yang tidak akan pernah dibiarkan terjadi, dalam bentuk apa pun atau karena alasan apa pun," tegasnya.

Rentetan protes mahasiswa ini nyatanya menyusul aksi demonstrasi berbulan-bulan sebelumnya yang diorganisasikan oleh gerakan Flamingo. Gerakan tersebut muncul sebagai bentuk penentangan sengit terhadap proyek pengembangan pariwisata mewah di pesisir Adriatik selatan Albania yang terhubung dengan firma investasi milik Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump.

Kondisi genting di Albania ini menambah deretan panjang instabilitas yang tengah melanda Eropa. Sejumlah pemerintahan di seluruh Eropa kini menghadapi tekanan massa yang luar biasa di jalanan akibat melonjaknya harga bahan bakar, memburuknya kualitas layanan publik, kekurangan dana untuk sekolah, hingga krisis perumahan yang semakin dalam.

Prancis dan Italia tercatat telah menyaksikan gelombang protes serupa, sementara kamp-kamp tenda mulai bermunculan di Spanyol dan Portugal sebagai bentuk kemarahan atas harga perumahan yang tidak terjangkau. Aksi demonstrasi yang lebih luas juga telah direncanakan di Yunani pada minggu ini.

Polisi menggunakan meriam air di tengah protes anti-pemerintah oleh mahasiswa, di Tirana, Albania, 22 Oktober 2026. REUTERS/Florion GogaPolisi menggunakan meriam air di tengah protes anti-pemerintah oleh mahasiswa, di Tirana, Albania, 22 Oktober 2026. REUTERS/Florion Goga Foto: REUTERS/Florion Goga

(tps/tps) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Chaos! Demo Antipemerintah Makin Membara, Pemimpin Ini Ogah Mundur


Most Popular
Features