Warga RI Merapat: Cak Imin Mau Pangkas Penerima Bansos, Ini Alasannya

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Senin, 19/10/2026 12:15 WIB
Foto: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat ditemui di Jakarta, Senin (19/10/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin, menyiapkan strategi untuk mengurangi jumlah penerima bantuan sosial (bansos) melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat miskin. Salah satunya dengan mengembangkan sektor pertanian dari hulu hingga hilir agar masyarakat bisa mandiri secara ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Muhaimin usai rapat koordinasi bersama Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman di kediaman pribadi Amran, Senin (19/10/2026). Rapat berlangsung sejak pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 07.30 WIB.

Muhaimin mengatakan, pemberdayaan menjadi pendekatan pemerintah untuk mendorong masyarakat miskin naik kelas sehingga tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.


"Apa yang dilakukan dengan cara kerja pemberdayaan? Mengurangi kemiskinan sekaligus mengurangi jumlah masyarakat penerima subsidi dengan mereka naik kelas. Baik dari kemiskinan ke kelas menengah, dari UMKM yang naik kelas, maka otomatis akan berkuranglah jumlah para penerima bantuan sosial. Dengan berkurangnya jumlah penerima bantuan sosial karena pemberdayaan, maka otomatis akan ada efisiensi anggaran untuk pemberdayaan berikutnya," kata Muhaimin saat ditemui usai rapat.

Untuk menjalankan strategi tersebut, pemerintah akan memetakan wilayah prioritas dan menentukan komoditas yang sesuai dengan potensi daerah. Sebanyak 88 kabupaten/kota telah ditetapkan sebagai lokus prioritas pengentasan kemiskinan, tetapi pemerintah akan memilih daerah paling miskin untuk menjadi proyek percontohan.

"Sebetulnya ada 88 lokus kemiskinan prioritas. 88 kabupaten/kota ya. Tapi nanti dari 88 kita akan pilah mana yang paling prioritas, sesuai dengan anggaran yang kita miliki," ujarnya.

Dalam jangka pendek, pemerintah akan mendorong kegiatan ekonomi seperti penanaman cabai, singkong, dan peternakan ayam. Sementara itu, strategi jangka panjang akan diperkuat melalui hilirisasi agar produk pertanian memiliki nilai tambah dan akses pasar.

Muhaimin mencontohkan hilirisasi kelapa yang telah menghasilkan produk ekspor, dan ingin diperluas sebagai model pemberdayaan di daerah lain.

"Nah, ini jangka panjangnya ini diduplikasi, diperbanyak menjadi model pemberdayaan. Jadi hilirisasi ada dua: hilirisasi pertanian, hilirisasi industri dari sumber daya alam. Dua-duanya aspek pemberdayaannya luar biasa," jelas dia.

Ia menambahkan, pelaksanaan program membutuhkan koordinasi lintas kementerian, mulai dari memastikan produk lokal terserap pasar hingga memperkuat pengemasan dan pemberdayaan desa. Adapun anggaran program tetap berada di masing-masing kementerian, sementara Kemenko Pemberdayaan Masyarakat bertugas mengoordinasikan dan memfokuskan targetnya.


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Baru Dibuka IHSG Sudah Turun 1% - Bansos Digital Meluncur Oktober