MARKET DATA

Cak Imin-Amran Rapat Pagi-Pagi Bahas Kondisi Indonesia, Ini Hasilnya

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
19 October 2026 10:59
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat ditemui di Jakarta, Senin (19/10/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Foto: Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat ditemui di Jakarta, Senin (19/10/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin, menggandeng Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis sektor pertanian. Pemerintah akan memetakan wilayah prioritas dan menentukan komoditas unggulan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat miskin.

Rapat koordinasi kedua menteri tersebut berlangsung sejak pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 07.30 WIB di kediaman pribadi Mentan Amran Sulaiman.

Muhaimin mengatakan, pemerintah ingin memperkuat strategi penanggulangan kemiskinan melalui pemberdayaan, agar masyarakat dapat meningkatkan taraf hidup dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial (bansos).

"Dari apa yang sudah kita lakukan selama dua tahun ini, ada cara kerja baru, paradigma baru di bawah kepemimpinan Pak Presiden Prabowo Subianto, bahwa penanggulangan kemiskinan yang paling efektif dan tepat adalah melalui pemberdayaan," kata Muhaimin usai rapat, Senin (19/10/2026).

Menurut dia, pemberdayaan ekonomi diharapkan dapat mendorong masyarakat miskin naik kelas, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan begitu, jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan sosial dapat berkurang seiring meningkatnya kemandirian ekonomi mereka.

"Apa yang dilakukan dengan cara kerja pemberdayaan? Mengurangi kemiskinan sekaligus mengurangi jumlah masyarakat penerima subsidi dengan mereka naik kelas. Baik dari kemiskinan ke kelas menengah, dari UMKM yang naik kelas, maka otomatis akan berkuranglah jumlah para penerima bantuan sosial. Dengan berkurangnya jumlah penerima bantuan sosial karena pemberdayaan, maka otomatis akan ada efisiensi anggaran untuk pemberdayaan berikutnya," ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah akan mengintegrasikan program pemberdayaan dari hulu hingga hilir. Skema tersebut mencakup penyiapan lahan, penanaman dan pengelolaan komoditas, hingga pengolahan produk, pengemasan, serta pemasaran agar hasil produksi dapat terserap pasar.

Muhaimin mengatakan, Kementerian Pertanian telah menjalankan berbagai ekosistem pemberdayaan berbasis wilayah maupun komoditas. Namun, pemerintah ingin membuat sasaran dan tahapan program menjadi lebih terarah agar hasilnya bisa lebih cepat dirasakan masyarakat.

"Setelah perjalanan keberhasilan dua tahun ini, tindak lanjutnya adalah langkah akan mengefektifkan lebih cepat, lebih konkret target dan tahapan. Dalam hal ini kita akan segera mengundang menteri-menteri terkait untuk bersama-sama membuat, satu: lokasi minimum basis target dari kemiskinan. Yang kedua: komoditas dan jenis program," jelas dia.

Ia menambahkan, pemerintah tidak hanya akan mendorong peningkatan produksi, tetapi juga memastikan produk yang dihasilkan memiliki pasar dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

"Sampai mulai dari hulunya, penanaman, pengelolaan dasar di hulu sampai di outcome-nya, yaitu produk itu menjadi ekspor atau masuk pasar. Sehingga ada pengemasan, ada target konsumen. Nah, hilir-hulu itulah bukti sukses dari sebuah sistem mekanisme dari pemberdayaan kita," kata Muhaimin.

Bidik 88 Kabupaten/Kota

Muhaimin mengungkapkan, pemerintah telah memiliki 88 kabupaten/kota yang menjadi lokus prioritas penanggulangan kemiskinan. Wilayah tersebut tersebar di seluruh Indonesia dan selama ini menjadi sasaran intervensi lintas kementerian.

Meski demikian, pemerintah akan memilah wilayah yang paling membutuhkan penanganan cepat untuk dijadikan proyek percontohan atau piloting. Pemilihan lokasi akan disesuaikan dengan tingkat kemiskinan dan anggaran yang tersedia.

"Sebetulnya ada 88 lokus kemiskinan prioritas. 88 kabupaten/kota ya. Tapi nanti dari 88 kita akan pilah mana yang paling prioritas, sesuai dengan anggaran yang kita miliki," sebutnya.

Ia memastikan, program pemberdayaan tetap menyasar 88 kabupaten/kota tersebut. Namun, pemerintah akan menentukan sejumlah wilayah yang paling miskin sebagai prioritas untuk mempercepat pelaksanaan program.

"Ya selama ini terus, 88 ini kita turun dengan semua kementerian lintas sektoral itu terus. Tapi kita ingin ada yang menjadi piloting cepat dari 88, ada yang paling miskin yang kita cari," kata Muhaimin.

Untuk jangka pendek, pemerintah akan mengembangkan kegiatan ekonomi yang dinilai dapat tumbuh relatif cepat di daerah sasaran. Beberapa contoh yang disebut dalam rapat antara lain penanaman cabai, singkong, serta pengembangan peternakan ayam.

Perkuat Hilirisasi Pertanian

Selain program jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan strategi jangka panjang melalui hilirisasi. Muhaimin mencontohkan pengembangan komoditas kelapa yang telah menghasilkan produk untuk pasar ekspor, dan dinilai dapat direplikasi di wilayah lain.

"Jangka panjang tentu hilirisasi yang dibangun luar biasa. Hilirisasi misalnya kelapa. Yang sudah berhasil ya? Kelapa. Jadi Pak Menteri ini kan berhasil membuat satu produk konkret hilirisasi kelapa. Mulai dari hulunya sampai produk hilirnya. Ini yang sudah ekspor malah," ujar Muhaimin.

Amran kemudian mengonfirmasi bahwa produk hilirisasi kelapa tersebut sudah menembus pasar ekspor.

"Iya, sudah ekspor," kata Amran menambahkan.

Muhaimin mengatakan, keberhasilan tersebut akan dijadikan model pemberdayaan yang dapat diperluas ke lebih banyak daerah. Menurut dia, hilirisasi pertanian dan industri berbasis sumber daya alam sama-sama memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Nah, ini jangka panjangnya ini diduplikasi, diperbanyak menjadi model pemberdayaan. Jadi hilirisasi ada dua: hilirisasi pertanian, hilirisasi industri dari sumber daya alam. Dua-duanya aspek pemberdayaannya luar biasa," jelasnya.

Terkait anggaran, Muhaimin menjelaskan, dirinya sebagai Menko bertugas mengoordinasikan program, sedangkan alokasi anggaran berada di masing-masing kementerian. Karena itu, pemerintah akan memperkuat koordinasi dan memfokuskan anggaran yang tersedia agar lebih tepat sasaran.

"Kalau Menko kan cuman mengkoordinir. Semua alokasi ada di kementerian-kementerian. Nah, di antara alokasi anggaran di kementerian itu kita arrangement, kita perkuat, kita focusing, kita apa namanya ya, focusing sebetulnya. Focusing menjadi target utama," pungkas dia.

(dce) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Mengapa Warga RI Sulit Keluar dari Kemiskinan? Ini Jawaban Mensos


Most Popular
Features