AHY Sorot Kota Penyangga IKN Krisis Air Bersih, Beberkan Solusinya

Martyasari Rizky, CNBC Indonesia
Kamis, 15/10/2026 16:05 WIB
Foto: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono usai Rapat Koordinasi Swasembada Air Nasional di kantornya, Jakarta, Kamis (15/10/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi persoalan air bersih di Indonesia. Pemerintah akan mengembangkan sumber air alternatif, mulai dari desalinasi air laut hingga pemetaan potensi air tawar di bawah laut.

AHY mengatakan, kebutuhan air terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas industri. Karena itu, pemerintah perlu mencari sumber pasokan baru agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Kami membahas bagaimana kita bisa menghadirkan berbagai alternatif air yang bersih, untuk kebutuhan yang semakin besar dari waktu ke waktu, baik kebutuhan daerah maupun secara nasional," kata AHY usai Rapat Koordinasi Swasembada Air Nasional di kantornya, Jakarta, Kamis (15/10/2026).


Salah satu langkah yang disiapkan adalah desalinasi atau pengolahan air laut menjadi air tawar. Strategi ini ditujukan terutama bagi pulau-pulau kecil dan kota pesisir yang tidak memiliki sumber air permukaan memadai.

"Mari kita mulai kembangkan desalinasi air laut. Ini khususnya untuk pulau-pulau kecil dan kota pesisir yang tidak memiliki sumber air permukaan yang memadai," ujarnya.

Selain desalinasi, pemerintah akan mendorong pengolahan air payau di wilayah pesisir dengan tingkat salinitas rendah. Menurut AHY, metode ini membutuhkan energi lebih ringan dibandingkan desalinasi air laut sehingga dapat diprioritaskan di Pantai Utara Jawa dan pesisir Kalimantan.

"Pengelolaan air payau ini ditujukan khususnya untuk daerah pesisir dengan salinitas yang rendah. Kebutuhan energinya lebih ringan dibandingkan desalinasi air laut, sehingga bisa didahulukan, khususnya di Pantura Jawa dan pesisir Kalimantan," tutur dia.

AHY mencontohkan persoalan air bersih di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang masih dihadapi masyarakat meski kota tersebut menjadi penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Di Balikpapan, kota besar yang seharusnya modern dan menjadi penyangga Ibukota IKN di Kalimantan Timur itu, kesulitan air bersih. Dan mereka harus bergantian warganya untuk mendapatkan air bersih," ungkapnya.

Pemerintah juga mulai memetakan potensi cadangan air tawar di bawah laut sebagai alternatif sumber air baru. Namun, pemanfaatannya masih membutuhkan survei geologi dan hidrografi sebelum masuk ke tahap studi kelayakan.

"Cadangan air tawar lepas pantai yang masih pada tahap pemetaan, ini perlu survei geologi dan hidrografi bersama sebelum kita masuk tahap feasibility study," kata AHY.

Melalui pengembangan sumber air alternatif tersebut, pemerintah berharap dapat memperluas pilihan pasokan air bersih, terutama bagi wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: 42 Delegasi Internasional Tinjau Pembangunan IKN