Internasional

Negara Korban Karhutla Nambah Lagi, Sampai Tutup Sekolah 3 Hari

tps, CNBC Indonesia
Kamis, 15/10/2026 15:00 WIB
Foto: Ilustrasi kabut asap (Tangkapan Layar Video Reuters/)

Jakarta, CNBC Indonesia - Timor Leste mulai memberlakukan penutupan sekolah selama tiga hari sejak Kamis (15/10/2026). Langkah darurat ini dipicu oleh kabut asap tebal yang menyelimuti negara tersebut akibat imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia.

Pemerintah Timor Leste menyatakan perlunya langkah ini diambil. Pemerintah juga secara tegas mendesak seluruh keluarga untuk menjaga anak-anak tetap di dalam rumah dan menyarankan warga agar selalu memakai masker jika harus bepergian keluar.


"Untuk melindungi kesehatan siswa, guru, dan anggota komunitas pendidikan lainnya, mengingat kondisi kualitas udara saat ini," papar perwakilan pemerintah.

Sementara itu, warga setempat menyambut baik keputusan ini meski mengeluhkan tingkat polusi yang sempat jauh lebih parah pada awal pekan. Bidan berusia 30 tahun, Sonya da Costa Soares, menceritakan kondisi mengkhawatirkan tersebut.

"Baru-baru ini, polusi di Dili sangat parah. Kita tidak bisa melihat matahari, polusinya tebal," ungkapnya. "Keputusan ini sangat penting agar anak-anak tidak berada dalam bahaya.

Felicidade Alves dos Santos Martins, yang putrinya bernama Febrianti harus dipulangkan dari sekolah menengah, juga menegaskan betapa buruknya kualitas udara yang mereka hirup. Menurutnya polusi ini bisa membuat dirinya sakit.


"Asap dari kebakaran menutupi seluruh Dili dan pegunungan. Polusi ini sangat berbahaya, bisa membuat kita sakit," pungkasnya.

Di sisi lain, seorang siswa berusia 18 tahun di Kolese Santo Ignatius Loyola, Vitaliano da Costa Calapes, membeberkan persiapannya di tengah bencana kabut asap. Ia mengatakan belajar di rumah karena akan menghadapi ujian akhir.

"Kami tetap di rumah, tetapi kami terus belajar... Kami menghadapi ujian akhir," tutur Calapes. "Kami yakin dalam beberapa hari mendatang tidak akan ada polusi dan sekolah akan kembali normal, itulah yang kami harapkan."

Sebagai informasi, Indonesia secara rutin menghadapi masalah karhutla selama musim kemarau. Tetapi kobaran api tahun ini menjadi sangat parah karena fenomena El Nino yang kuat telah membawa kekeringan ekstrem.

Karhutla tersebut telah menghanguskan ratusan ribu hektare hutan dan perkebunan di Sumatera, Kalimantan, serta Papua. Bencana ini membuat kabut asap di Malaysia, Singapura serta Filipina.


(tps/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Alasan Gubernur Kalteng Karhutla Jadi Bencana Nasional