Asap Kebakaran Hutan RI Tiba di Filipina, Manila Langsung Darurat
Jakarta, CNBC Indonesia - Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dilaporkan telah menyelimuti Manila, Selasa. Bencana yang berasal dari titik api sejauh hampir 2.000 kilometer (1.242 mil) ini langsung memicu peringatan darurat kesehatan masyarakat bagi ibu kota Filipina tersebut.
Mengutip South China Morning Post (SCMP), Rabu (2/9/2026), krisis ini kembali menghidupkan kekhawatiran atas masalah kabut asap lintas batas yang berulang di kawasan Asia Tenggara. Kabut asap yang dibawa oleh angin barat daya dari kebakaran di wilayah Kalimantan ini telah mendorong para pakar kesehatan untuk mendesak masyarakat agar wajib memakai masker N95 di luar ruangan seiring memburuknya kualitas udara secara drastis di Metro Manila.
Departemen Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Filipina sejak Minggu telah mengeluarkan peringatan bahwa indeks kualitas udara di beberapa bagian wilayah ibu kota telah mencapai tingkat sangat tidak sehat (acutely unhealthy) berdasarkan pembacaan dari stasiun pemantauan mereka. Kondisi udara yang memburuk ini bahkan memaksa otoritas Quezon City, salah satu wilayah ibu kota Filipina, untuk menangguhkan seluruh kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Sementara itu, Fisikawan atmosfer lulusan Jepang dari Institut Ilmu Lingkungan dan Meteorologi Universitas Filipina, Gerry Bagtasa, membeberkan kepada ABS-CBN mengenai tingkat bahaya dari fenomena lintas negara tersebut. Bagtasa menambahkan bahwa berdasarkan pantauan citra satelit yang ada, sebaran polutan tersebut dipastikan berasal dari kebakaran hutan yang semakin mengganas di wilayah barat dan selatan Kalimantan.
"Kabut asap itu berbahaya karena terdiri dari partikel-partikel kecil yang dibawa oleh angin barat daya," paparnya.