Peraih Nobel Ini Penasaran: Kenapa Nasib RI Beda dari Negara Afrika?
Jakarta, CNBC Indonesia - Peraih Nobel Ekonomi 2024 James A. Robinson mengungkapkan Indonesia tidak bernasib seperti Nigeria dan Republik Demokratik Kongo karena memiliki filosofi ideologi yang kuat dan sudah tertanam sebelum kemerdekaan.
Hal ini diungkapnya dalam diskusi yang diselenggarakan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) bersama Prasasti Center for Policy Studies, Senin (12/10/2026) kemarin.
"Indonesia, Nigeria, dan Republik Demokratik Kongo merupakan negara yang dibangun setelah mengalami penjajahan oleh kekuatan kolonial. Namun, Indonesia berhasil membangun negaranya lebih dari negara-negara di Afrika. Bagaimana masyarakat Indonesia berhasil melakukannya sebelum terwujud di Afrika?" Kata Robinson.
Ia menduga karena Indonesia memiliki Pancasila, sehingga nasibnya jauh lebih beruntung dibandingkan dengan Nigeria dan Republik Demokratik Kongo.
"Saya sangat tertarik, misalnya pada Pancasila dan gagasan mengenai filosofi yang mendasari pembentukan Indonesia pascakolonial. Memang saya tidak tahu apakah Pancasila merupakan penjelasan utama atas keberhasilan tersebut. Namun, menurut saya, hal ini sangat menarik untuk dikaji," terang Robinson.
Robinson memang mengaku tertarik dengan ideologi Pancasila di Indonesia, di mana ideologi ini berhasil menyelamatkan Indonesia dari kegagalan pembangunan pasca-kolonial.
Ketertarikan Robinson pada Pancasila juga dapat dibuktikan dari kebudayaan Indonesia yang sangat beragam, termasuk bahasa dan suku-suku. Dia menjelaskan adanya ideologi yang kuat menjadi sangat penting karena pembangunan negara membutuhkan fondasi yang kuat.
"Kita dapat mengambil contoh Korea Selatan dan negara-negara lainnya untuk memahami bagaimana fondasi tersebut dibangun," ujar Robinson.
(chd/haa) [Gambas:Video CNBC]