Zulhas Targetkan Hidup Nelayan Berubah Total di Tahun Depan
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan kondisi kesejahteraan nelayan Indonesia yang masih memprihatinkan. Dia menyebut nilai tukar nelayan pada 2025 rata-rata hanya berada di kisaran 103, jauh di bawah nilai tukar petani padi dan jagung yang telah mencapai 131.
Menurut Zulhas, rendahnya nilai tukar nelayan menunjukkan terbatasnya kemampuan mereka untuk memperoleh keuntungan dari usaha yang dijalankan. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah, terlebih nelayan memiliki peran penting dalam menjaga sumber daya laut Indonesia.
"Nilai tukar nelayan tahun 2025: 103,9 (atau) 103. Nah ini, ini nggak bisa makan kalau nggak ada bantuan beras. Dia nggak bisa sekolahkan anaknya kalau tidak dibantu bantuan tunai. Nilai tukar nelayannya hanya 103. Berarti nelayan itu masuk kategori desil satu. Artinya ini termasuk sangat miskin," kata Zulhas dalam peluncuran Satgas P2BBL di Auditorium KKP, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Zulhas menilai kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Dia menyoroti kehidupan nelayan yang belum banyak berubah, meskipun kelompok ini berada di garis depan dalam menjaga wilayah perairan Indonesia.
"Tidak mungkin ini dibiarkan, yang sudah hampir 80 tahun berputar-putar seperti itu. Kalau ada apa-apa dengan Indonesia, yang perang dulu tuh nelayan ini, yang paling depan. Tapi hidupnya mereka berada di desil satu, kategori sangat miskin," ujarnya.
Menurut Zulhas, persoalan kesejahteraan nelayan juga berkaitan dengan kemampuan Indonesia menjaga kekayaan lautnya. Nelayan yang memiliki keterbatasan ekonomi dinilai sulit bersaing dengan nelayan dari negara lain yang lebih kuat secara finansial.
"Apa dampaknya kalau nelayan kita miskin? Nelayan kita lemah, artinya laut kita yang luas itu akan dikuasai oleh nelayan yang kuat," tutur dia.
"Siapa nelayan yang kuat? Ya dari dari China, dari Vietnam, dari Thailand, dari Jepang, karena nelayan mereka makmur, kuat, bisa menguasai laut kita," sambung Zulhas.
Untuk memperbaiki kondisi tersebut, pemerintah menargetkan nilai tukar nelayan meningkat menjadi minimal 120 pada tahun berikutnya. Target ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Zulhas mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Selain itu, penegakan hukum terhadap praktik penyelundupan dan pencurian sumber daya laut dinilai penting agar kekayaan perikanan Indonesia memberikan manfaat lebih besar bagi nelayan dan negara.
"Nah, oleh karena itu target kita, Pak Menteri Kelautan dan Perikanan ditargetkan oleh Bapak Presiden, tahun ini dan tahun depan untuk melakukan sesuatu terobosan besar-besaran, agar nilai tukar ini bisa meningkat dari 103, minimal tahun depan sudah bisa 120 (NTN-nya)," pungkasnya.
(wur)