Presiden Ini Janji Bagi Rp89 Juta per Warga Jika Partai Menang Pemilu
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Donald Trump kembali menjanjikan pembayaran tunai US$5.000 atau sekitar Rp 89 juta kepada setiap warga negara dewasa Amerika Serikat (AS) jika Partai Republik mampu mempertahankan kendali atas Kongres dalam pemilihan paruh waktu November 2026. Janji itu disampaikan ketika kampanye memasuki fase akhir dan isu biaya hidup menjadi salah satu perhatian utama pemilih.
"Jika Partai Republik memenangkan DPR dan Senat dalam Pemilihan Paruh Waktu 2026, saya akan memberikan $5.000 kepada seluruh warga negara dewasa di Amerika Serikat," kata Trump dalam unggahan video di Truth Social, akhir pekan, dikutip Selasa (6/10/2026).
Trump belum menjelaskan secara rinci mekanisme pencairan maupun sumber pendanaan program tersebut. Jika diberikan kepada seluruh warga negara dewasa, pembayaran itu diperkirakan membutuhkan dana sekitar US$1,2 triliun (Rp21.360 triliun) dan harus mendapat persetujuan Kongres.
Janji tersebut muncul bersamaan dengan sejumlah pembayaran tunai federal yang telah berjalan. Trump pada Jumat mengumumkan pembayaran satu kali US$90 (Rp1,6 juta) bagi 20,8 juta penerima Medicare yang memenuhi syarat, dengan dana berasal dari Medicare Improvement Fund.
Selain itu, pembayaran pengembalian dana US$500 atau sekitar Rp8,9 juta terkait program Affordable Care Act juga mulai disalurkan kepada sekitar 950.000 orang yang membeli polis asuransi tanpa subsidi melalui pasar federal. Analisis Reuters menemukan sekitar 71% atau US$339 juta (Rp6,03 triliun) dari dana tersebut mengalir ke penduduk di 13 negara bagian yang menjadi arena persaingan ketat untuk kursi Senat dan jabatan gubernur.
Namun, rencana pembayaran US$5.000 mendapat penolakan dari sejumlah anggota Kongres, termasuk sesama Partai Republik. Anggota DPR David Schweikert mengatakan ia akan "mengerahkan segenap hati dan jiwanya" untuk menghentikan usulan tersebut karena khawatir kebijakan itu mendorong kenaikan suku bunga, sementara anggota DPR Demokrat Jamie Raskin menyebutnya sebagai "suap politik".
Hasil jajak pendapat juga menunjukkan respons pemilih terbelah. Rasmussen Reports mencatat 47% calon pemilih mendukung dan 48% menolak, sementara survei Marquette Law School di Wisconsin menemukan 70% responden menentang pembayaran tersebut; survei Economist/YouGov juga menunjukkan 57% pemilih terdaftar meragukan Trump akan benar-benar merealisasikannya.
Trump sebelumnya beberapa kali menjanjikan pembayaran tunai yang akhirnya tidak terwujud, termasuk cek dividen DOGE US$5.000 pada 2025 dan pembayaran minimal US$2.000 yang disebut akan dibiayai dari tarif timbal balik. Pada masa jabatan pertamanya, Trump juga pernah menjanjikan kartu obat resep US$200 bagi penerima Medicare, tetapi kartu tersebut tidak pernah dibagikan.