CLOSE AD
MARKET DATA
Internasional

Wapres Cemas Bakal Ditangkap, Takut Nyawanya Terancam

luc,  CNBC Indonesia
06 October 2026 15:55
Bolivia's Vice President and President of the Plurinational Legislative Assembly Edmand Lara, drinks water while presiding over a session of the Plurinational Legislative Assembly, where the extension of the state of emergency for 90 days is being di
Foto: REUTERS/Claudia Morales

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Presiden Bolivia Edmand Lara mengaku keselamatannya terancam. Ia juga memperingatkan kemungkinan dirinya ditangkap dengan tuduhan yang dibuat-buat di tengah operasi pemerintah yang menyasar pejabat yang diduga terlibat korupsi dan jaringan perdagangan narkoba.

Dalam sebuah pernyataan pada akhir pekan lalu, Lara mengatakan dirinya mendapat peringatan mengenai dugaan rencana untuk menangkapnya sekaligus merekayasa bukti untuk menjerat dirinya.

"Saya menerima peringatan mengenai dugaan rencana untuk menangkap saya dan membuat bukti palsu terhadap saya," kata Lara, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (6/10/2026).

Ia mengaku khawatir terhadap keselamatan dirinya dan keluarganya. Lara kemudian meminta parlemen, jaksa, organisasi hak asasi manusia, serta komunitas internasional ikut memantau situasi yang dihadapinya.

Ia juga mendesak aparat penegak hukum memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan.

Pernyataan tersebut disampaikan Lara setelah aparat Bolivia menangkap Jaksa Agung Roger Mariaca bersama 13 orang lainnya dalam sebuah operasi yang membongkar dugaan jaringan kriminal di lingkungan lembaga peradilan dan kantor kejaksaan.

Menteri Dalam Negeri Marco Antonio Oviedo menuding Mariaca melindungi para pengedar narkoba. Menurutnya, operasi tersebut dilakukan dengan dukungan informasi dari Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat.

Adapun Mariaca membantah tuduhan tersebut.

Sebelum menyampaikan kekhawatirannya mengenai kemungkinan dirinya ditangkap, Lara sempat meminta agar Mariaca tetap mendapatkan proses hukum yang sesuai dalam kasus tersebut.

Amerika Serikat sendiri mencabut visa Mariaca pada awal pekan ini. Washington menuduhnya menerima suap untuk memfasilitasi perdagangan narkoba dan membantu para pelaku kejahatan menghindari proses hukum. Mariaca kembali membantah tuduhan tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memuji penangkapan Mariaca dan sejumlah orang lainnya. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memerangi perdagangan narkoba, korupsi, dan kejahatan terorganisasi.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Wapres Klaim Nyawanya Terancam, Takut Dijerat Kasus Palsu


Most Popular
Features