Kata-Kata Pengusaha Sepatu Usai Prabowo Ganti Menteri Perindustrian
Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golongan Karya (Golkas) M Sarmuji resmi dilantik sebagai Menteri Perindustrian oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (1/10/2026). Sarmuji menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita yang kini mendapat tugas sebagai Menteri Sosial.
Pergantian menteri tersebut menjadi perhatian pelaku industri padat karya, termasuk industri alas kaki yang sangat bergantung pada ekspor. Pelaku industri berharap kebijakan kementerian baru dapat menjaga daya saing produk Indonesia di pasar global.
"Semoga di-support agar kita bisa bersaing di pasar global. Yang harus diperhatikan juga jangan sampai kebijakan baru justru memberatkan industri padat karya," kata Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Aprisindo Harijanto kepada CNBC Indonesia, Kamis (1/10/2026)
Industri alas kaki merupakan salah satu sektor manufaktur yang berorientasi kuat pada pasar ekspor. Di tengah persaingan dengan negara produsen lain, struktur biaya produksi menjadi salah satu faktor yang menentukan kemampuan industri mempertahankan pesanan dari pasar global.
"Karena di sepatu orientasinya itu ekspor semua. Ekspornya sekitar US$8 miliar dan 99% itu adalah sepatu olahraga, sneakers. Jadi kalau labor cost kita saat ini sudah mencapai sekitar 25%-30%, lalu terus naik seperti ini, sudah pasti akan collapse," ujar Harijanto.
Kenaikan biaya tenaga kerja menjadi persoalan ketika tidak diikuti peningkatan produktivitas dalam skala yang sama. Industri padat karya harus menjaga harga tetap kompetitif agar tidak kehilangan order ekspor ke negara pesaing.
Harijanto menilai keberlanjutan industri sepatu perlu menjadi salah satu perhatian pemerintah di tengah pergantian kepemimpinan Kementerian Perindustrian. Dukungan terhadap industri dinilai penting agar kapasitas produksi dan pasar ekspor Indonesia tetap terjaga.
"Produktivitas itu setiap tahun hanya bisa naik maksimum sekitar 2%. Sementara adjustment dari buyer asing paling maksimum sekitar 2%-3%. Jadi kalau biaya tenaga kerja naik lebih cepat, daya tahan industri pasti menjadi sangat rentan," katanya.
Muhammad sarmuji saat dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Perindustrian di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden) Foto: Muhammad sarmuji saat dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Perindustrian di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden) |
