Disney PHK Ratusan Karyawan, Kena Hajar "Monster" Baru Dunia Hiburan
Jakarta, CNBC Indonesia - Walt Disney kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Raksasa hiburan asal Amerika Serikat itu memberhentikan beberapa ratus karyawan yang tersebar di departemen sumber daya manusia (HR) dan teknologi.
Informasi tersebut disampaikan seorang sumber yang mengetahui persoalan ini kepada Reuters, Selasa (29/9/2026) waktu setempat.
Langkah terbaru Disney terjadi di tengah perubahan besar di jajaran pimpinan perusahaan sejak Josh D'Amaro mengambil alih posisi CEO pada Maret lalu. Salah satu perubahan tersebut adalah penunjukan Paul Roeder sebagai chief communications officer.
Roeder merupakan veteran Disney yang telah bekerja di perusahaan tersebut selama 25 tahun.
D'Amaro memimpin Disney ketika industri hiburan sedang mengalami perubahan besar. Perusahaan menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI), pendapatan box office yang menurun, hingga persaingan yang makin ketat dari perusahaan-perusahaan layanan streaming.
Hingga akhir tahun fiskal 2025, Disney mempekerjakan sekitar 231.000 orang. Sekitar 172.000 di antaranya bekerja di Amerika Serikat, sedangkan 59.000 lainnya berada di luar negeri.
Pemangkasan tenaga kerja kali ini menambah daftar PHK yang telah dilakukan Disney dalam beberapa tahun terakhir.
Pada April lalu, Disney menghapus sekitar 1.000 posisi di berbagai bagian perusahaan. Pemangkasan tersebut mencakup kelompok pemasaran yang sebelumnya telah direorganisasi pada Januari, serta sejumlah unit lain seperti bisnis studio dan televisi, ESPN, produk dan teknologi, hingga beberapa fungsi korporasi.
Disney juga melakukan PHK pada tahun lalu. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa beberapa ratus karyawan terkena dampak pemangkasan di sejumlah divisi, termasuk pemasaran film dan televisi, publisitas televisi, serta bagian casting dan pengembangan.
Gelombang pengurangan karyawan tersebut bukan yang pertama dalam skala besar. Pada 2023, Disney memangkas sekitar 7.000 pekerjaan sebagai bagian dari program efisiensi biaya yang ditargetkan menghemat US$5,5 miliar di bawah kepemimpinan CEO saat itu, Bob Iger.
Kini, di bawah D'Amaro, Disney kembali melakukan penyesuaian organisasi ketika perusahaan berusaha menghadapi perubahan lanskap industri hiburan yang semakin dipengaruhi teknologi digital, AI, dan persaingan layanan streaming.
Â
(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]