Badai PHK Hantam Disney, Ribuan Karyawan "Dikorbankan"
Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa hiburan Walt Disney dilaporkan tengah mempertimbangkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawannya. Manajemen perusahaan juga telah meminta sejumlah manajer untuk menargetkan penghematan biaya tahunan sebesar 20%.
Mengutip Reuters, Selasa (3/11/2026), kabar restrukturisasi ini pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg News berdasarkan informasi dari orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. Upaya efisiensi ini dilakukan saat CEO Josh D'Amaro tengah menavigasi berbagai tantangan berat bagi perusahaan.
Tantangan tersebut meliputi meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) serta melemahnya pendapatan box office di bioskop. Disney juga harus menghadapi persaingan ketat dari rival streaming dan perlambatan tingkat kehadiran pengunjung internasional di taman hiburannya.
"Sebagian operasi Disney diperkirakan akan menanggung porsi pemotongan yang lebih besar daripada yang lainnya," ungkap sumber yang mengetahui masalah tersebut.
D'Amaro bertujuan untuk menginvestasikan kembali sebagian dari penghematan biaya tersebut ke beberapa sektor utama perusahaan. Sektor itu mencakup program film dan televisi (TV), pengembangan teknologi, perluasan taman hiburan, hingga bisnis kapal pesiar.
Hingga saat ini, pihak Disney belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar dari awak media di luar jam kerja reguler. Laporan tersebut juga tidak merinci secara pasti berapa banyak pekerjaan yang berpotensi terdampak oleh kebijakan efisiensi ini.
Sebagai informasi, Disney tercatat mempekerjakan sekitar 231.000 karyawan pada akhir tahun fiskal 2025. Raksasa hiburan ini memang telah memangkas banyak lapangan kerja dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk meningkatkan profitabilitas.
Pada September lalu, Disney dilaporkan telah memberhentikan beberapa ratus karyawan di divisi sumber daya manusia dan teknologinya. Perusahaan sebelumnya juga telah memangkas sekitar 1.000 posisi pada bulan April dan beberapa ratus pekerjaan pada tahun 2025.
Langkah drastis juga pernah diambil dengan memberhentikan 7.000 peran pada tahun 2023 lalu di bawah kepemimpinan mantan CEO Bob Iger. PHK massal saat itu dilakukan sebagai bagian dari upaya menghemat biaya operasional sebesar US$5,5 miliar (Rp99 triliun).
Tak hanya Disney, perusahaan media dan hiburan lain seperti Netflix dan Skydance juga terus mengambil langkah perampingan serupa. Skydance yang baru saja mengakuisisi rival terbesarnya, Warner Bros Discovery, pada awal tahun ini juga dilaporkan telah memangkas pekerjaan untuk mengurangi beban biaya.
(tps/luc) [Gambas:Video CNBC]