Sengit! Ini Peta Perebutan Kursi dan Medan Tempur Pemilu Sela Amerika
Jakarta, CNBC Indonesia - Perebutan kendali Senat Amerika Serikat (AS) dalam pemilihan paruh waktu (midterm elections) 2026 semakin terbuka.
Partai Demokrat membutuhkan tambahan bersih sedikitnya empat kursi untuk merebut mayoritas dari Partai Republik, di tengah meningkatnya ketidakpuasan pemilih terhadap Presiden Donald Trump, perang Iran, dan kenaikan harga.
Saat ini, Partai Republik menguasai 53 dari 100 kursi Senat AS, sementara 47 kursi lainnya dipegang oleh kubu Demokrat. Pada awal tahun, peluang Demokrat untuk mengambil alih kendali majelis tinggi Kongres tersebut dinilai kecil. Namun, peta persaingan mulai berubah.
Demokrat kini mampu menantang sejumlah kursi yang sebelumnya berada di wilayah kuat Republik, termasuk negara bagian yang dimenangkan Trump dengan selisih cukup besar pada pemilihan presiden 2024.
Persaingan tidak hanya berlangsung di negara bagian yang dikuasai Republik. Partai Republik juga berupaya merebut kursi dari Demokrat, terutama di Michigan, yang menjadi salah satu pertarungan paling ketat.
Secara keseluruhan, terdapat 12 negara bagian yang menjadi sorotan dalam perebutan kendali Senat: delapan menjadi target Demokrat dan empat menjadi sasaran Republik.
Peta terbaru Cook Political Report memperlihatkan sejumlah kontestasi masuk kategori Toss Up, yakni persaingan yang belum menunjukkan keunggulan jelas bagi salah satu partai atau masih kompetitif.
Sejumlah kursi lainnya masuk kategori Lean Democrat atau Lean Republican, yang menandakan salah satu partai memiliki keunggulan tipis. Klasifikasi tersebut merupakan penilaian terhadap tingkat persaingan, bukan hasil pemilu.
Besarnya taruhan politik juga tercermin dari dana kampanye. Di sejumlah negara bagian, kandidat Demokrat mampu mengumpulkan dana lebih besar daripada lawannya dari Republik.
Namun, keunggulan penggalangan dana kandidat tidak selalu sejalan dengan belanja kelompok pendukung dari luar kampanye (outside spending).
Di Michigan, misalnya, Abdul El-Sayed mengumpulkan US$54 juta atau sekitar 979,88 miliar. , lebih dari dua kali lipat dana Mike Rogers sebesar US$23 juta.
Namun, kelompok Republik menggelontorkan US$157 juta untuk pertarungan tersebut. Jika dibandingkan, Republik menggelontorkan lebih banyak US$89 juta dari kelompok Demokrat.
Texas dan Ohio juga menjadi contoh besarnya uang yang dipertaruhkan. Di Texas, kelompok Republik telah menghabiskan sekitar US$300 juta untuk mempertahankan kursi yang diperebutkan Ken Paxton. Sementara itu, belanja kelompok luar dalam persaingan Ohio mendekati US$400 juta.
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa perebutan kursi Senat bukan hanya ditentukan oleh kekuatan kandidat, tetapi juga oleh besarnya sumber daya politik yang dikerahkan untuk mempertahankan atau merebut kursi.
Dengan kebutuhan tambahan empat kursi, Demokrat harus mampu mengubah keunggulan dalam sejumlah jajak pendapat menjadi kemenangan nyata.
Sebaliknya, Republik perlu mempertahankan kursi di negara-negara bagian yang kini semakin kompetitif sekaligus merebut kursi Demokrat.
Hasil pertarungan ini akan menentukan apakah Trump masih dapat mengandalkan dukungan mayoritas Senat untuk menjalankan agenda pemerintahannya.
(mae/mae)