MARKET DATA
Internasional

Raksasa Otomotif "Nangis", Mau Tutup 4 Pabrik-PHK 100.000 Karyawan

luc,  CNBC Indonesia
14 July 2026 17:40
Volkswagen export cars are seen in the port of Emden, beside the VW plant, Germany March 9, 2018.  REUTERS/Fabian Bimmer
Foto: REUTERS/Fabian Bimmer

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa otomotif Jerman, Volkswagen (VW), mengisyaratkan gelombang pemangkasan karyawan yang jauh lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Perusahaan bahkan tengah menghitung kemungkinan menghapus sekitar 100.000 posisi kerja secara global demi bertahan di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat.

Hal tersebut terungkap setelah Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen Oliver Blume menyampaikan memo internal kepada para karyawan. Untuk pertama kalinya, memo tersebut secara efektif mengonfirmasi bahwa VW sedang mempertimbangkan pengurangan hingga 100.000 tenaga kerja di seluruh dunia.

Blume saat ini tengah berupaya melakukan efisiensi besar-besaran di produsen mobil terbesar Eropa tersebut. VW menghadapi tekanan berat akibat anjloknya laba perusahaan, beban tarif impor yang mencapai miliaran euro, persaingan sengit di pasar China, serta tuntutan agar jaringan pabriknya di Jerman menjadi jauh lebih efisien.

Dalam memo yang diperoleh Reuters, Blume menjelaskan bahwa setelah sebelumnya menyepakati pengurangan sekitar 50.000 pekerja di seluruh grup, termasuk di anak usahanya Porsche dan Audi, Volkswagen masih harus memangkas biaya operasional lebih jauh.

Perusahaan menghitung bahwa biaya operasional VW masih sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan perusahaan otomotif sekelasnya. Perhitungan tersebut menghasilkan apa yang disebut perusahaan sebagai "pengurangan secara teoretis" terhadap sekitar 50.000 posisi tambahan di seluruh dunia.

"Saat ini kami sedang mengevaluasi di seluruh merek, perusahaan, dan wilayah mengenai berapa banyak penyesuaian yang benar-benar diperlukan dan memungkinkan untuk dilakukan," tulis Blume dalam memo tersebut, dikutip Selasa (14/7/2026).

Jika terealisasi, maka total pemangkasan tenaga kerja Volkswagen dapat mencapai sekitar 100.000 orang.

Empat Pabrik Terancam

Memo tersebut muncul setelah para pekerja mendesak manajemen menjelaskan secara terbuka rencana restrukturisasi perusahaan yang telah dipresentasikan Blume kepada dewan pengawas Volkswagen pada Kamis lalu.

Menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, perwakilan pekerja di dewan pengawas menolak proposal restrukturisasi yang diajukan manajemen. Proposal itu disebut mencakup pemutusan hubungan kerja (PHK) serta kemungkinan penutupan empat fasilitas produksi.

Dalam memo itu, Blume mengakui bahwa hingga saat ini perusahaan belum menemukan prospek bisnis yang kompetitif bagi empat pabrik VW, yakni Emden, Hanover, Zwickau, dan Neckarsulm, untuk memasuki dekade 2030-an.

"Hingga hari ini, kami masih belum dapat mengonfirmasi adanya prospek bisnis yang kompetitif bagi pabrik Emden, Hanover, Zwickau, dan Neckarsulm pada dekade 2030-an," tulis Blume.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penutupan pabrik bukanlah pilihan utama. Blume mengatakan dirinya lebih memilih mencari "solusi yang cerdas" dibandingkan menutup fasilitas produksi.

Sebelumnya ia sempat menyebut beberapa alternatif, antara lain mengalihkan sebagian fasilitas ke industri pertahanan atau memproduksi model VW asal China di Eropa untuk memanfaatkan kapasitas pabrik yang belum optimal.

Restrukturisasi Berlanjut

Sebelumnya, Volkswagen menolak memberikan komentar atas berbagai laporan media yang menyebut perusahaan tengah mempertimbangkan PHK hingga 100.000 pekerja. Setelah rapat dengan para pemangku kepentingan pekan lalu, VW juga tidak secara eksplisit menyebut rencana PHK maupun penutupan pabrik dalam pernyataan resminya.

Sebaliknya, perusahaan hanya mengumumkan rencana untuk kembali mengurangi kapasitas produksi serta memangkas secara bertahap jumlah model kendaraan yang diproduksi hingga sekitar separuh dari portofolio saat ini. Namun sejumlah analis menilai langkah tersebut belum cukup untuk mengatasi persoalan struktural yang tengah dihadapi VW. 

Dalam pesannya kepada para pekerja, Blume mengakui bahwa proses restrukturisasi masih akan berlangsung dan belum seluruh rinciannya diputuskan. Ia memastikan pembahasan mengenai masa depan perusahaan masih akan terus dilakukan bersama seluruh pihak terkait.

"Tentu saja dapat dipahami bahwa belum semuanya direncanakan hingga ke rincian terakhir, dan masih ada sejumlah persoalan yang perlu dibahas serta dievaluasi lebih lanjut," katanya.

"Tentu masih akan ada lebih banyak pertemuan di mana kita akan bekerja keras untuk menemukan solusi terbaik," ujar Blume.

 

(luc/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Gawat! Raksasa Otomotif Mau PHK 100.000 Karyawan dan Tutup 4 Pabrik


Most Popular
Features