Internasional

Ngeri! Perang Presiden VS Gubernur, Jet Tempur F-16 & Drone Saling Bom

sef, CNBC Indonesia
Selasa, 29/09/2026 14:05 WIB
Foto: Ilustrasi (REUTERS/Diego Reyes)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang saudara di Somalia makin panas. Dalam update terbaru AFP, Selasa (29/9/2026), setidaknya tiga orang tewas dalam pertempuran sengit yang melibatkan jet tempur dan drone di kota Baidoa, Somalia, Senin.

Kekacauan awalnya dimulai saat ribuan pemberontak yang setia kepada gubernur yang digulingkan kepala negara bagian barat daya, Abdiaziz Hassan Mohamed Laftagareen menyerang kota itu. Perlu diketahui, sang gubernur jatuh dari kekuasaan setelah berseteru dengan Presiden Hassan Sheikh Mohamud, Maret lalu.


Pihak berwenang mengatakan sekitar 2.000 hingga 3.000 orang tiba-tiba muncul membawa peledak. Terjadi bentrokan hebat sepanjang hari di kota.

Seorang komandan senior militer di Baidoa, Mohamed Ali, mengatakan pemberontak memasuki kota dari beberapa arah. Mereka menggunakan kendaraan yang memuat bahan peledak dan drone Kamikaze.

"Tentara nasional menghadapi mereka, menimbulkan banyak korban dan mengusir mereka keluar kota," tambahnya.

Di sisi lain, seorang juru bicara pasukan mantan gubernur buka suara. Mereka mengatakan tentara pemerintah menyerbu mereka dengan jet tempur F-16.

"Pertempuran di Baidoa... terjadi antara pasukan kami dan mereka yang menyerbu kami, sambil mengaku mewakili pemerintah federal bersama dengan Turki, yang mendukung mereka dengan pesawat tempur F-16," katanya menyinggung pemerintahan Reccep Tayyip Erdogan.

Turki sendiri telah muncul sebagai pendukung utama pemerintahan Mohamud. Ankara telah mengerahkan jet tempur di negara tersebut.

Warga mengatakan pertempuran itu adalah yang paling intens yang dialami Baidoa baru-baru ini. Jet tempur F-16 Turki juga dilaporkan menyerang rudal di pinggiran kota.

"Sebagian besar warga sipil kesulitan melarikan diri karena kedua belah pihak bertempur di mana-mana. Ada banyak ledakan, tapi saya tidak tahu apa yang melakukan pengeboman dan siapa yang melakukan pengeboman," kata warga setempat Hussein Abdifatah kepada AFP melalui telepon.

Warga lain mengatakan bahwa situasi sudah tenang pada sore hari. Jumlah korban dan kerusakan belum dapat diperkirakan.

Doctors Without Borders mengatakan setidaknya tiga orang tewas, termasuk seorang petugas kesehatan, dan 69 orang terluka. Sementara itu, terdapat sebuah fasilitas kesehatan rusak parah.

Gubernur yang digulingkan ini merupakan salah satu penentang keras upaya presiden untuk menggerakkan Somalia menuju pemilu demokratis, menggantikan sistem yang didasarkan pada tetua klan. Presiden Mohamud sendiri dikritik karena memperpanjang mandatnya satu tahun sebagai bagian dari proses reformasi.


(sef/sef)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bantu Petani Manfaatkan Teknologi Drone, Hal Ini Jadi Tantangan