MARKET DATA

Perang Saudara Pecah, Koneksi Internet di wilayah Ini Diputus

pgr,  CNBC Indonesia
26 September 2026 06:15
Members of the Tigrayan forces patrol along a street as tensions intensify after the forces launched a major offensive against the federal government in multiple locations, in Mekelle, Tigray Region, Ethiopia, September 24, 2026. Obtained by REUTERS
Foto: REUTERS/Stringer

Jakarta, CNBC Indonesia - Layanan internet dan panggilan telepon terganggu di wilayah utara Ethiopia, Tigray, menyusul meletusnya bentrokan pekan ini antara pasukan daerah dengan tentara nasional.

Mengutip BBC, layanan internet yang disediakan oleh perusahaan telekomunikasi milik negara Ethio Telecom telah diputus sepenuhnya, meskipun layanan dari perusahaan swasta yang lebih kecil, Safaricom, tetap beroperasi. Kelompok pemantau internet NetBlocks sebelumnya menulis di X bahwa data jaringan menunjukkan adanya pemadaman internet di wilayah utara Tigray.

"Tadi malam jaringan telekomunikasi diputus," ujar Duke Burbridge, seorang pekerja kemanusiaan asal Amerika Serikat yang berada di ibu kota Tigray, Mekelle, kepada program Newsday BBC.

Pihak BBC telah menghubungi otoritas Ethiopia untuk meminta tanggapan. Adapun sumber-sumber kepada kantor berita Reuters menyatakan bahwa kelompok yang menguasai Tigray, yaitu Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), yang memerintahkan pemadaman komunikasi tersebut, dengan salah satu sumber menyebutkan tujuannya untuk mengganggu operasi pesawat nirawak milik pemerintah.

Bahkan sebelum gangguan ini terjadi, pencarian rekaman video dan gambar untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di lapangan sudah sulit dilakukan.

Hingga saat ini, selain cuplikan dari Mekelle, sebagian besar materi yang dibagikan di internet berasal dari luar wilayah tersebut.

Tak ingin perang berulang

Burbridge menyatakan bahwa ketersediaan uang tunai sudah sangat langka di Tigray selama delapan bulan terakhir, warga tidak dapat mengakses mesin penarik uang tunai, sehingga pemadaman internet ini akan "menjadi bencana bagi semua orang".

Sebagian besar warga bergantung pada layanan perbankan dan aplikasi uang seluler untuk bertransaksi, dan mayoritas menggunakan jaringan Ethio Telecom maupun Safaricom untuk mengakses layanan tersebut.

Pada Kamis, seorang warga Mekelle yang hanya dapat diidentifikasi sebagai Fitsum menyampaikan hal serupa.

Ia mengatakan kepada BBC bahwa "hampir tidak ada uang tunai" di kota tersebut.

Sejak meletusnya kerusuhan, warga mulai membatasi pergerakan dan suasana kota menjadi sangat sepi - "Seolah-olah diberlakukan jam malam," ujarnya.

Ibu Kota Tigray Kehabisan Uang Tunai Seiring Meningkatnya Bentrokan

Bentrokan antara pasukan Tigray dan sekutunya dengan pasukan pusat Ethiopia meletus pada Rabu, memicu kekhawatiran akan terulangnya kembali perang saudara besar serta laporan pembelian kebutuhan secara berlebihan.

Seorang sumber kemanusiaan di wilayah tetangga Afar mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa terjadi "bentrokan sengit semalam", termasuk serangan pesawat nirawak, di sekitar kota Abala yang terletak di pegunungan antara Afar dan Tigray, saat "pasukan pusat mendesak pasukan pemberontak agar tidak memasuki kota tersebut".

Selama masa konflik dua tahun yang berakhir pada tahun 2022, wilayah Tigray terputus sepenuhnya dari dunia luar.

Keterbatasan akses terhadap uang tunai, pangan, dan obat-obatan mendorong ratusan ribu orang ke dalam kondisi kelaparan.

Konflik tersebut menjadi salah satu yang paling mematikan di abad ini - dengan perkiraan sekitar 600.000 orang tewas, seiring wilayah tersebut terancam jatuh ke dalam jurang kelaparan.

Pada hari Minggu, TPLF mengumumkan pembentukan aliansi bersama enam kelompok bersenjata lainnya dengan tujuan menggulingkan pemerintah.

Pada hari Rabu, pasukannya menguasai tiga bandar udara dari kepolisian pusat.

Terdapat laporan yang belum terkonfirmasi bahwa pasukan TPLF juga melancarkan serangan di wilayah Amhara, selain di Afar.

Setelah penguasaan bandar udara tersebut, maskapai Ethiopian Airlines membatalkan seluruh penerbangan menuju Tigray.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Negara Kacau Balau, Perang Saudara di Depan Mata


Most Popular
Features