Sedikitnya 139 migran, termasuk 15 anak-anak, tewas setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam saat berlayar dari Djibouti menuju Yaman pada 8-9 Oktober 2026.
Sedikitnya 139 migran, termasuk 15 anak-anak, tewas setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam saat berlayar dari Djibouti menuju Yaman pada 8-9 Oktober 2026. Sebanyak 84 orang lainnya dilaporkan hilang, sementara 82 orang berhasil selamat dari kecelakaan tersebut. (Kennedy Omondi Okoth/International Organization for Migration/Handout via REUTERS)
Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dalam pernyataannya pada Minggu (11/10/2026) menyebut kapal yang kelebihan muatan itu membawa 305 orang, sebagian besar merupakan warga Ethiopia. Kapal terbalik di perairan utara Obock, Djibouti. Para penyintas mengatakan kapal mulai tenggelam dengan bagian belakang terlebih dahulu tak lama setelah mereka naik. (Kennedy Omondi Okoth/International Organization for Migration/Handout via REUTERS)
Kepala Misi IOM di Djibouti, Alexandre Coissac, mengatakan timnya telah berada di lokasi bersama otoritas setempat untuk memberikan bantuan darurat. IOM juga membantu 64 penyintas di pusat penampungan migran di Obock, sementara operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung untuk menemukan orang-orang yang hilang. (Kennedy Omondi Okoth/International Organization for Migration/Handout via REUTERS)
IOM menyebut kemiskinan, ketidakamanan, dan dampak perubahan iklim sebagai sejumlah faktor yang mendorong migran mengambil risiko menempuh jalur laut berbahaya tersebut. Menurut juru bicara IOM Kennedy Omondi Okoth, sekitar 178.000 orang telah tiba di Djibouti dari Ethiopia selama Januari hingga Oktober 2026, termasuk lebih dari 20.000 penyeberangan sejak 10 September. (Kennedy Omondi Okoth/International Organization for Migration/Handout via REUTERS)
Jalur migrasi dari Tanduk Afrika menuju Yaman banyak digunakan warga Ethiopia dan Somalia untuk mencari peluang ekonomi di negara-negara Teluk. Namun, Yaman masih dilanda konflik antara pemerintah yang didukung Arab Saudi dan kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran. Pada 2025, lebih dari 900 migran dilaporkan meninggal atau hilang di sepanjang jalur laut menuju Yaman. (Kennedy Omondi Okoth/International Organization for Migration/Handout via REUTERS)
Direktur Jenderal IOM Amy Pope mendesak pemerintah dan para donor meningkatkan dukungan untuk menyediakan jalur migrasi yang aman dan legal. IOM juga meminta penguatan operasi pencarian dan penyelamatan serta bantuan darurat di Djibouti. Sementara itu, Ketua Komisi Uni Afrika Mahmoud Ali Youssouf menyerukan langkah untuk mengatasi akar penyebab migrasi tidak teratur serta memberantas penyelundupan migran dan perdagangan manusia. (Kennedy Omondi Okoth/International Organization for Migration/Handout via REUTERS)