MARKET DATA
Internasional

Pesawat Airbus A321neo Cacat, 500 Jet Terdampak

sef,  CNBC Indonesia
28 September 2026 16:35
FILE PHOTO: Ground handling workers operate around a Wizz Air Airbus A321neo aircraft, registration 9H-WMI, at Warsaw-Modlin Airport in Modlin, Poland, December 1, 2025. REUTERS/Kacper Pempel/File Photo
Foto: Pesawat terlarisnya A321neo (REUTERS/Kacper Pempel)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen pesawat asal Eropa Airbus tengah menyelidiki masalah kualitas pada salah satu komponen pesawat terlarisnya, A321neo, yang berdampak terhadap sekitar 500 unit pesawat.

Airbus bersama perusahaan asal Italia, Leonardo, sedang menyelidiki gangguan pada proses pelapisan (coating) komponen badan pesawat yang melibatkan pemasok swasta TESI, perusahaan yang menjadi subkontraktor Leonardo.

Masalah ini ditemukan ketika teknisi Airbus melakukan pemeriksaan pada bagian badan pesawat (fuselage) dan menemukan adanya celah pada lapisan primer pelindung di bawah cat. Lapisan tersebut berfungsi mencegah korosi akibat kelembapan yang dapat muncul di bagian bawah badan pesawat.

Sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan, tim insinyur dari Airbus dan Leonardo kini bekerja sama di fasilitas TESI di wilayah selatan Napoli, Italia, untuk mencari penyebab masalah sekaligus mempercepat proses perbaikan.

Airbus sebelumnya telah mengonfirmasi adanya masalah tersebut. Namun perusahaan menegaskan bahwa gangguan ini tidak berdampak terhadap keselamatan penerbangan.

Dari sekitar 500 pesawat yang terdampak, sebanyak 250 unit masih berada dalam berbagai tahap produksi. Airbus menyatakan target pengiriman pesawat pada 2026 tetap dipertahankan.

Siklus Perawatan Dipersingkat

Untuk pesawat yang tetap dikirimkan kepada maskapai, Airbus memperpendek batas waktu perbaikan menjadi dua tahun dari sebelumnya empat tahun. Proses perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu hingga sembilan hari, dengan pekerjaan utama berlangsung sekitar dua hingga tiga hari.

Durasi ini lebih singkat dari kekhawatiran sejumlah analis karena komponen tidak perlu dilepas dari panel badan pesawat. Masalah tersebut terjadi pada batang penguat struktur (stringers) di salah satu bagian badan depan pesawat A321neo.

A321neo merupakan salah satu model pesawat paling populer Airbus, terutama untuk penerbangan jarak menengah. Pesawat ini banyak digunakan oleh berbagai maskapai global karena menawarkan efisiensi bahan bakar dibandingkan generasi sebelumnya.

Rantai Pasok Airbus Kembali Disorot

Kasus ini kembali menyoroti tantangan Airbus dalam mengendalikan rantai pasok industri penerbangan. Analis penerbangan Rob Morris mengatakan masalah tersebut menunjukkan bahwa rantai pasok Airbus masih menghadapi tekanan.

"Rantai pasok masih belum sepenuhnya terkendali, kami pikir sebelumnya sudah membaik, tetapi ternyata belum," ujar Morris.

Menurutnya, satu pemasok saja dapat menyebabkan gangguan besar terhadap produksi pesawat. Ini menjadi masalah kualitas kedua yang muncul pada bagian badan pesawat Airbus dalam kurang dari satu tahun terakhir, di tengah upaya perusahaan mempercepat produksi dan memenuhi target pengiriman.

Airbus saat ini tengah meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan pesawat baru yang terus meningkat setelah industri penerbangan pulih dari pandemi.


(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Anak Mantan Presiden Ditangkap, Terseret Kasus Korupsi


Most Popular
Features