MARKET DATA
Internasional

Airbus & Boeing Tiba-Tiba Bersatu Sewa Pesawat Raksasa Dunia, Kenapa?

tps,  CNBC Indonesia
16 July 2026 19:40
File Foto, ANTONOV AN-24 (Reuters TV)
Foto: File Foto, ANTONOV AN-24 (Reuters TV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dua raksasa dirgantara dunia, Airbus dan Boeing, dilaporkan terpaksa menyewa salah satu pesawat kargo terbesar di dunia, Antonov An-124, dalam beberapa pekan terakhir. Langkah darurat ini diambil guna mempercepat pengiriman struktur pesawat (aerostructures) untuk beberapa varian pesawat sipil dan militer mereka. Keputusan tak biasa ini menjadi indikasi nyata dari masih tingginya tekanan dan ketegangan pada rantai pasokan industri dirgantara global.

Mengutip laporan Reuters, Kamis (16/07/2026), pesawat angkut berat bermesin empat tersebut disewa untuk menerbangkan komponen badan pesawat A350 milik Airbus dan rangka pesawat Boeing 767 yang digunakan sebagai pesawat kargo atau tanker militer. Penggunaan opsi angkutan udara super mahal ini mencerminkan besarnya tekanan yang dihadapi pabrikan untuk menjaga jalur perakitan tetap berjalan serta mengatasi titik-titik keterlambatan yang mengancam pemulihan jadwal produksi massal mereka.

Biasanya, produsen pesawat mengandalkan transportasi laut khusus, jaringan truk, atau armada pesawat kargo konvensional. Sehingga perpindahan moda transportasi secara mendadak ini dipastikan menambah pembengkakan biaya dan menandakan bahwa stok penyangga (buffer stocks) komponen mereka sudah sangat langka.

Pihak Boeing sendiri memilih bersikap diplomatis saat dikonfirmasi mengenai penggunaan pesawat kargo raksasa asal Ukraina tersebut. Sementara itu, pihak Airbus juga membenarkan bahwa dalam beberapa situasi tertentu mereka memang menggunakan jasa pesawat komersial berkapasitas masif tersebut demi menjaga ritme manufaktur mereka.

"Kami menggunakan berbagai metode transportasi untuk menjaga stabilitas dalam produksi kami," ungkap juru bicara Boeing tanpa mengomentari secara langsung terkait penggunaan jet Antonov An-124 tersebut.

"Kami terkadang menggunakan Antonov," kata juru bicara Airbus tanpa merinci apakah penerbangan tersebut termasuk untuk mengangkut komponen jet A350, produk berbadan lebar utama mereka yang kini sedang terdampak penundaan pengiriman.

Pesawat Raksasa Mempercepat Pengiriman Komponen

Keputusan Airbus untuk menerbangkan suku cadang A350 alih-alih mengirimkannya lewat jalur laut dipicu oleh penurunan performa produksi di bekas pabrik Spirit AeroSystems di Kinston, Carolina Utara. Pabrik tersebut diambil alih oleh Airbus pada Desember lalu sebagai bagian dari aksi korporasi pemecahan pemasok bersama dengan sang rival, Boeing.

Ketika pabrik masih berstatus milik pemilik lama, komponen bergerak melalui laut karena tersedianya stok penyangga sebanyak empat set suku cadang. Namun saat ini angkutan udara sangat mendesak diperlukan guna menghindari penundaan baru yang lebih parah.

"Mengenai Kinston, kami membuat kemajuan menuju pemisahan dari pemilik sebelumnya dan integrasi ke dalam lanskap Airbus. Namun, ini tetap merupakan perjalanan multi-tahun yang kompleks untuk diselesaikan," papar juru bicara Airbus mengenai situasi rumit pabrik komponennya di AS.

Di sisi lain, Boeing tercatat menyewa jet Antonov yang sama pada akhir Juni lalu untuk mengangkut dua bagian badan pesawat atas dari pabrik Daher Aerospace di Florida menuju fasilitas perakitan mereka di Everett, Seattle. Komponen-komponen berukuran raksasa tersebut sejatinya biasa dikirimkan menggunakan jalur darat, namun terpaksa diterbangkan karena urgensi lini produksi jet militer dan kargo mereka yang tidak boleh terhenti.

"Komponen tersebut sangat mendesak diperlukan untuk produksi 767. Penundaan itu akan menimbulkan biaya ekonomi yang signifikan jika tidak dihindari," tulis manajemen Boeing dalam sebuah surat resmi bertanggal 22 Juni kepada Departemen Transportasi AS guna meminta izin dispensasi penggunaan pesawat asing Antonov An-124 di wilayah domestik.

(tps/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Pertamina & Boeing Jajaki Pengembangan Bahan Bakar Berkelanjutan SAF


Most Popular
Features