MARKET DATA
Internasional

Sayap Retak Gegerkan Airbus, Pesawat A380 Emirates-Qantas Kena

tfa,  CNBC Indonesia
24 June 2026 17:40
Produksi Pesawat A380 Stop Produksi. (REUTERS/Christian Charisius)
Foto: Pesawat A380 (REUTERS/Christian Charisius)

Jakarta, CNBC Indonesia - Airbus dilaporkan akan melakukan inspeksi terhadap 16 pesawat A380. Langkah ini diambil setelah ditemukan retakan pada komponen utama sayap pesawat yang dioperasikan sejumlah maskapai, terutama Emirates dan Qantas.

"Retakan pada pesawat yang dapat mengurangi integritas struktural sayap ditemukan selama inspeksi," kata Airbus merujuk pada pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan arahan Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA), dikutip Rabu (24/6/2026).

Temuan tersebut muncul pada balok struktural yang membentang di sepanjang sayap pesawat dan berfungsi menahan sebagian besar beban aerodinamis selama penerbangan. EASA kemudian mengeluarkan perintah inspeksi mendesak terhadap armada yang terdampak setelah retakan ditemukan dalam pemeriksaan perawatan rutin.

Dari total 16 pesawat yang masuk daftar inspeksi, sebanyak 15 unit dioperasikan oleh Emirates dan satu unit milik Qantas. Airbus menyebut lima pesawat Emirates akan menjalani pemeriksaan lebih dulu, paling cepat mulai Rabu.

Produsen pesawat asal Toulouse, Prancis, itu mengatakan seluruh A380 dengan riwayat produksi serupa telah berhasil diidentifikasi. Airbus juga akan berdiskusi dengan EASA untuk menentukan apakah perbaikan tambahan diperlukan setelah hasil inspeksi diperoleh.

Sementara itu, 11 pesawat lainnya dapat diperiksa pada tahap berikutnya, namun wajib menjalani inspeksi sebelum menyelesaikan 25 siklus penerbangan. Dalam industri penerbangan, satu siklus dihitung sebagai satu kali lepas landas dan pendaratan.

A380 merupakan pesawat penumpang terbesar di dunia yang masih beroperasi. Sejumlah maskapai besar pengguna pesawat ini antara lain Emirates, Singapore Airlines, British Airways, Qantas, Lufthansa, Qatar Airways, Korean Air, Etihad Airways, All Nippon Airways (ANA), dan Asiana Airlines.

Emirates sendiri menjadi operator A380 terbesar di dunia dengan mengoperasikan lebih dari separuh armada superjumbo aktif secara global. Sementara Singapore Airlines, maskapai pertama yang menerbangkan A380-800, tercatat memiliki 12 unit pesawat tersebut hingga akhir Maret lalu.

Ini bukan kali pertama A380 menghadapi masalah pada struktur sayap. Pada 2012, EASA juga pernah memerintahkan inspeksi terhadap seluruh armada A380 global setelah ditemukan retakan pada braket yang menghubungkan kulit sayap dengan struktur internal. Mengutip Reuters, masalah tersebut memicu program perbaikan besar-besaran yang kemudian diatasi Airbus melalui perubahan desain pada pesawat produksi berikutnya.

(tfa/sef) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video: Pesawat di Missouri Jatuh, 12 Orang Tewas


Most Popular
Features