Karhutla Musim Kemarau 2026

Viral Langit Kalteng Oranye Menyala, Warga Bilang Bak di Dunia Naruto

Redaksi, CNBC Indonesia
Senin, 21/09/2026 14:55 WIB
Foto: Seorang warga mengunggah video saat langit berwarna merah akibat kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah, Minggu (20/9/2026). (Instagram/delefia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Penampakan langit di Kalimantan Tengah (Kalteng) oranye pekat menyala tengah viral di media sosial. Kondisi ini terjadi di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah.

Langit oranye bahkan nyaris memerah salah satunya terlihat dari video yang diunggah akun @/delefia pada hari Minggu siang (20/9/2026).

Dia mengunggah 2 video yang menunjukkan suasana menegangkan di luar rumah. Begitu membuka pintu, penampakan di luar diselimuti kabut oranye menyala. Disebutkan, lokasinya berada di Paduran Sabangau, Sebangau Kuala, Kalimatan Tengah. Video tersebut direkam pada pukul 14:56 WIB, merupakan video kedua yang diambil di hari yang sama.


Video pertama direkam pukul 14:38 WIB. Warna langit oranye pekat nyaris merah.

"Ini masi di dunia kan?," demikian takarir yang tercantum pada video pertama.

Alhasil, kedua video itu mendapat reaksi massif dari warganet. Hingga berita ini ditayangkan, video pertama telah ditonton sekitar 8 juta kali, disukai lebih 826 ribu kali dan mendapat lebih 12 ribu komentar. Sedangkan video kedua disukai lebih 6.970 kali dan mendapat 235 komentar.

Video itu juga diunggah ulang oleh akun Instagram @/barengquran dan disukai lebih 8.800 kali serta 240 komentar.

"Kalimantan seperti sudah beda dunia...Warna merah menyelimuti penuh langit Kalimantan dan udara sangat buruk," demikian tercantum pada video yang diunggah @/barengquran.

Unggahan itu disertai takarir berikut,"Mugen Tsukoyomi yang kita tonton dulu di Naruto terjadi di Kalimantan."

Sebagai informasi, Mugen Tsukoyomi adalah teknik ilusi di dalam dunia anime Naruto. Disebutkan, dalam kondisi ini, semua mahluk hidup terkena cahaya Rinne Sharingan akan terjebak dalam tidur abadi.

Lantas, bagaimana kondisi terkini Kalimantan di tengah serangan karhutla?

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan masih terus berlangsung. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengatakan, upaya pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan terus diperkuat. Operasi darat, water bombing, patroli udara, pembasahan, pendinginan, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi meteorologis.

"Kalimantan Tengah masih menjadi wilayah dengan hotspot high confidence terbanyak di antara enam provinsi prioritas, meskipun jumlahnya mulai menurun dibandingkan sehari sebelumnya. Pada saat yang sama, peningkatan cukup signifikan di Sumatra Selatan menjadi perhatian dalam penentuan prioritas operasi," tulis Kemenhut dalam keterangan resmi, Senin (21/9/2026).

"Di Kalimantan Tengah, meskipun hotspot high confidence turun dari 1.035 menjadi 968 titik, kabut asap masih menjadi tantangan serius bagi operasi dan aktivitas masyarakat. Pada Minggu (20/9), jarak pandang di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya sempat turun hingga sekitar 600 meter. Kondisi tersebut berdampak terhadap 14 pergerakan pesawat, terdiri atas tujuh kedatangan dan tujuh keberangkatan yang mengalami gangguan," tambah Kemenhut.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, hingga Minggu (20/9) pukul 23.59 WIB, secara nasional terdeteksi 1.532 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, meningkat 209 titik dibandingkan 1.323 titik pada Sabtu (19/9).

Seorang warga mengunggah video saat langit berwarna merah akibat kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah, Minggu (20/9/2026). (Instagram/delefia) Foto: Seorang warga mengunggah video saat langit berwarna merah akibat kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah, Minggu (20/9/2026). (Instagram/delefia)

Sementara itu, pantauan sebaran pada enam provinsi prioritas hingga Minggu (20/9) pukul 21.05 WIB menunjukkan:

- Kalimantan Tengah: 968 titik, turun dari 1.035 titik
- Sumatra Selatan: 285 titik, meningkat dari 112 titik
- Kalimantan Barat: 98 titik, turun dari 107 titik
- Kalimantan Selatan: 39 titik, turun dari 55 titik
- Jambi: 26 titik, meningkat dari 14 titik
- Riau: 1 titik, dari sebelumnya nihil.

"Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan satu kejadian kebakaran maupun luas area yang terbakar. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot, sehingga seluruh indikasi tetap diverifikasi melalui groundcheck dan kondisi aktual di lapangan," jelas Kemenhut.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk terus mengikuti informasi kondisi udara serta arahan pemerintah daerah.

"Apabila kondisi udara memburuk, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar," demikian imbauan Kemenhut.

"Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan atau penyakit kronis lainnya. Bagi masyarakat yang berkendara dalam kondisi kabut asap, kurangi kecepatan, nyalakan lampu kendaraan, dan jaga jarak aman," tegas Kemenhut.


(dce/dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kabut Asap Tebal, Sejumlah Acara Olahraga di Malaysia Ditunda