Pamer RI Swasembada Pangan, Prabowo: Saya Sekarang Tambah Percaya Diri

linda hasibuan, CNBC Indonesia
Sabtu, 19/09/2026 17:30 WIB
Foto: (YouTube/Sekretariat Presiden)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengaku semakin percaya diri memimpin Indonesia setelah melihat berbagai capaian pemerintahannya yang belum genap dua tahun. Salah satu pencapaian yang dibanggakannya adalah keberhasilan mewujudkan swasembada pangan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa kepercayaan dirinya bukan tanpa alasan. Ia menyebut pemerintah telah membuktikan sejumlah keberhasilan nyata melalui kerja keras jajaran kabinetnya.


"Saya sekarang berdiri di depan rakyat Indonesia, saya sekarang tambah percaya diri. Kenapa saya percaya diri?" ujar Prabowo.

Presiden kemudian menjelaskan bahwa masa pemerintahannya baru berjalan kurang dari dua tahun. Namun, ia mengklaim telah banyak capaian yang berhasil diwujudkan bersama para menteri, gubernur, jenderal, dan seluruh pihak yang mendukung pemerintahannya.

"Saya percaya diri karena sekarang kita buktikan kita bukan pemimpin yang omong-omong saja," tegasnya.

Prabowo Klaim Swasembada Pangan Berhasil Dicapai

Prabowo mengatakan, salah satu cita-cita yang selama bertahun-tahun diperjuangkannya adalah mewujudkan swasembada pangan. Menurut dia, kemampuan suatu negara memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya sendiri merupakan fondasi penting bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.

Ia pun menyampaikan klaim bahwa Indonesia kini telah mencapai swasembada pangan.

"Saya kira sudah bisa merasakan bahwa yang saya perjuangkan bertahun-tahun, swasembada pangan. Tidak ada negara yang berhasil, tidak ada negara yang merdeka kalau dia tidak bisa menghasilkan untuk bangsanya sendiri," kata Prabowo.

"Dan alhamdulillah, Indonesia sudah swasembada pangan. Indonesia sudah bisa menghasilkan makanan untuk rakyatnya sendiri," lanjutnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan laporan pemerintah sebelumnya yang menyebut Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Antisipasi Krisis Pangan Global

Prabowo menilai swasembada pangan semakin penting di tengah kondisi dunia yang diwarnai konflik dan ketidakpastian. Ia mengingatkan Indonesia agar tidak menggantungkan kebutuhan mendasar kepada negara lain.

Menurutnya, kemandirian pangan menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan nasional.

"Kita tidak boleh bergantung kepada bangsa lain. Kita tidak boleh berharap dikasihani bangsa lain. Tidak ada bangsa yang kasihan kepada kita," ucapnya.

Prabowo juga mengklaim pemerintah telah menyiapkan cadangan pangan yang cukup serta mengantisipasi ancaman cuaca buruk, termasuk El Nino dan kekeringan.

"Alhamdulillah, swasembada pangan sudah. Cadangan pangan kita cukup. Langkah-langkah kita sudah mengantisipasi cuaca yang tidak baik, El Nino, kekeringan. Kita siap," tuturnya.

Kaitkan Swasembada Pangan dengan Kekuatan Bangsa

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa bangsa yang kuat harus mampu memenuhi kebutuhan rakyatnya sendiri. Ia menghubungkan kemandirian pangan dengan upaya mencegah Indonesia kembali berada dalam posisi lemah di hadapan negara lain.

Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah tidak boleh berhenti bekerja meski sejumlah target telah tercapai.

"Kita akan menjadi bangsa yang hebat. Kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri," pungkas Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo turut menyinggung agenda swasembada energi, termasuk produksi solar berbasis kelapa sawit melalui program B50. Pemerintah sebelumnya menyatakan penghentian impor solar mulai 1 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi nasional.


(dce)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Prabowo Soal Beda Pandangan Lembaga Rating Melihat Ekonomi RI