2 Negara Muslim Tiba-Tiba Bermusuhan, Resmi Putus Hubungan
Jakarta, CNBC lndonesia - Aljazair secara mendadak memutus hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis setelah menuding Abu Dhabi melakukan serangkaian tindakan yang dianggap "provokatif atau bermusuhan". Aljazair tidak merinci tindakan yang menjadi pemicu keputusan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Aljazair menyatakan langkah itu diambil setelah seluruh upaya untuk mempertahankan hubungan bilateral dinilai tidak lagi membuahkan hasil. "Tindakan UEA telah mencapai titik yang tidak dapat lagi diterima atau ditoleransi," demikian pernyataan kementerian, seperti dikutip Reuters, Jumat (11/9/2026).
Ketegangan Aljazair dan UEA telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Media Aljazair berulang kali mengkritik Abu Dhabi dan menuduhnya berusaha memicu perpecahan di kawasan.
Dalam satu kesempatan Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune tahun lalu juga menyebut hubungan dengan negara-negara Teluk tetap hangat. Tapi, ujarnya, kecuali dengan satu negara yang secara tersirat merujuk pada UEA.
Sementara itu, UEA menyatakan berharap keputusan tersebut hanya bersifat sementara. Negara itu menegaskan masih berkomitmen menjaga hubungan antar masyarakat kedua negara serta kepentingan bersama.
"Kementerian Luar Negeri menegaskan apresiasi UEA terhadap rakyat Aljazair yang bersaudara serta kebanggaannya atas ikatan yang menyatukan kedua bangsa," kata kementerian tersebut.
Penasihat diplomatik Presiden UEA, Anwar Gargash, merespons melalui platform X dengan menekankan pentingnya komunikasi dalam diplomasi. Menurutnya, hubungan antarnegara seharusnya dibangun atas "rasionalitas, komunikasi, dan kejelasan kepentingan", bukan "teka-teki dan isyarat yang memerlukan penafsiran".
Konflik juga merembet ke sektor penerbangan. Aljazair akan menutup wilayah udaranya bagi seluruh pesawat sipil dan militer yang terdaftar di UEA mulai Jumat ini, meski penerbangan komersial UEA dari dan menuju Aljir tetap dikecualikan hingga akhir 2026 saat kontrak yang berlaku saat ini berakhir.
Gara-Gara Israel?
Perseteruan kedua negara tak lepas dari perbedaan posisi dalam sejumlah isu regional. Aljazair menentang normalisasi hubungan dengan Israel sedangkan UEA dan Maroko telah menjalin hubungan diplomatik dengan Israel melalui Kesepakatan Abraham pada 2020.
Belum lagi kasus berdirinya negara Sahara Barat. UEA mendukung klaim Maroko, sementara Aljazair mendukung Front Polisario.
Persaingan kepentingan juga semakin terlihat di kawasan Sahel ketika UEA memperluas hubungan dengan sejumlah pemerintah setempat, sementara hubungan Aljazair dengan beberapa negara tetangganya di selatan memburuk setelah serangkaian kudeta militer. Pada Februari lalu, Aljazair bahkan memulai proses pembatalan perjanjian layanan penerbangan dengan UEA yang sebelumnya ditandatangani pada Mei 2013.