MARKET DATA
Internasional

Sst.. Ada Bank Raksasa Bakal Kena Saksi Amerika

sef,  CNBC Indonesia
11 September 2026 08:21
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menghadiri sidang Subkomite Alokasi Anggaran Senat untuk Layanan Keuangan dan Pemerintahan Umum mengenai permintaan anggaran Presiden Trump untuk tahun fiskal 2027 di Capitol Hill di Washington, D.C., AS, 22 April 20
Foto: Menteri Keuangan AS Scott Bessent menghadiri sidang Subkomite Alokasi Anggaran Senat untuk Layanan Keuangan dan Pemerintahan Umum mengenai permintaan anggaran Presiden Trump untuk tahun fiskal 2027 di Capitol Hill di Washington, D.C., AS, 22 April 2026. (REUTERS/Annabelle Gordon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah bank raksasa akan dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat (AS) pekan depan. Hal ini ditegaskan Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada hari Kamis waktu setempat.

"Kami akan melakukannya pada hari Senin karena kami ingin mengenang warga kami yang gugur dalam peristiwa 9/11," ujarnya dikutip CNBC International, Jumat (11/9/2026).

"Namun, nantikan perkembangannya pada hari Senin," ujar Bessent saat tampil di acara "Real America's Voice," tanpa menyebutkan nama lembaga keuangan maupun negara yang dimaksud.

Pengumuman ini muncul setelah pemerintahan Donald Trump menjatuhkan sanksi terhadap kantor cabang di Dubai milik bank terbesar kedua di Mesir, yang diduga telah menyalurkan dana sebesar US$ 1,8 miliar dolar (sekitar Rp31,56 triliun) kepada pihak Iran. Menurut Bessent, bank terbesar di Turki "yang selama ini memberikan dana kepada pihak Iran" juga akan ditutup.

Sejak konflik Timur Tengah pecah di Februari, AS telah menerapkan serangkaian langkah ekonomi terhadap Iran, termasuk sanksi. Namun, pemerintahan Trump meningkatkan tekanannya bulan lalu melalui langkah yang disebut Bessent sebagai "Operation Economic Outcast" (Operasi Pengucilan Ekonomi).

Langkah ini menjatuhkan sanksi terhadap hampir 60 entitas, kapal, dan individu. Cakupan sanksi sekunder juga diperluas terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam bisnis dengan Iran di berbagai sektor industri, termasuk pelayaran dan teknologi.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Komunis Amerika Ini Diujung Tanduk Gegara AS, Siapkan Manuver Darurat


Most Popular
Features