Setahun Jadi Menkeu, Purbaya Curhat Berat Badan Susut 14 Kg
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membagikan pengalamannya setelah genap satu tahun menjabat sebagai Bendahara Negara di kabinet Presiden Prabowo Subianto. Salah satu perubahan yang paling dirasakannya justru terlihat dari timbangan berat badan.
Purbaya mengaku berat badannya turun cukup signifikan sejak pertama kali dilantik sebagai Menteri Keuangan. Menurutnya, hal itu menjadi gambaran betapa beratnya beban pekerjaan yang harus dijalankan di Kementerian Keuangan.
"Paling gampang kalau lihat berat badan saya kan? Pas jadi menteri saya 102 kilogram, sekarang 97 kilogram atau 98 kilogram, itu sudah recover. Kemudian turun ke 88 kilogram, berarti kerjanya memang berat di Kementerian Keuangan," papar Purbaya, Jakarta Barat, Selasa (8/9/2026).
Meski demikian, ekonom yang kini memimpin Kementerian Keuangan itu mengaku menikmati perannya sebagai pengelola fiskal negara. Baginya, posisi Menkeu memberikan kesempatan langka untuk menguji langsung teori-teori ekonomi yang selama ini dipelajarinya.
"Kalau untuk ilmuwan seperti saya, ekonom kan ilmuwan, itu paling menarik adalah ketika kita bisa menguji teori-teori di lapangan langsung dan kita lihat hasilnya sesuai dengan apa yang kita prediksi atau yang kita rencanakan," ujar Purbaya.
Menurut Purbaya, sejumlah kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah mulai menunjukkan hasil. Salah satu indikator yang menjadi sorotannya adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai telah keluar dari pola stagnan di kisaran 5%.
Purbaya menilai Indonesia kini tidak lagi terjebak dalam apa yang ia sebut sebagai "kutukan pertumbuhan 5%". Ia merujuk pada capaian pertumbuhan ekonomi yang konsisten berada di atas level tersebut dalam beberapa kuartal terakhir.
" Saya pastikan sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5%. Triwulan IV tahun lalu kan 5,39%, triwulan pertama 5,61%, triwulan II 5,29%," ujarnya.
Meski pertumbuhan ekonomi pada kuartal II sedikit melambat dibanding kuartal sebelumnya, Purbaya menilai hal itu lebih dipengaruhi oleh gejolak global yang masih berlangsung.
Ia optimistis laju pertumbuhan ekonomi akan kembali menguat pada paruh kedua tahun ini dan bergerak menuju target pemerintah sebesar 6%.
"Agak turun sedikit, tapi karena gangguan global. Sekarang siap untuk bergerak ke 6% lagi. Mungkin triwulan IV tahun ini bisa mendekati 6%," tegas Purbaya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan optimisme pemerintah bahwa berbagai program penguatan investasi, hilirisasi, industrialisasi, hingga peningkatan produktivitas akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun. Dengan capaian tersebut, pemerintah berharap momentum pertumbuhan yang lebih tinggi dapat terus terjaga dalam beberapa tahun ke depan.
(chd/haa)