Daftar 10 Perusahaan Penghasil Gas Terbesar RI

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Kamis, 27/08/2026 14:45 WIB
Foto: Suasana Kilang LNG Tangguh yang dioperasikan oleh BP Berau Ltd, di Teluk Bintuni, Papua Barat, Selasa (10/6/2025). (Dok. Kementerian ESDM)

Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memaparkan produksi gas nasional hingga 31 Juli 2026 rata-rata mencapai 6.544 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Angka ini masih lebih rendah dari target dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar 6.837 MMSCFD.

Begitu juga dengan realisasi salur gas. Hingga Juli 2026 baru tercatat rata-rata sebesar 5.208 MMSCFD, lebih rendah dari target APBN 2026 sebesar 5.508 MMSCFD.

Bila dibandingkan dengan realisasi pada 2025, produksi dan salur gas sepanjang 2026 ini juga terlihat mengalami penurunan. Pada 2025, produksi gas tercatat mencapai 6.753 MMSCFD dan salur gas tercatat sebesar 5.425 MMSCFD.


Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan, belum tercapainya target produksi dan salur gas ini karena terdapat beberapa kendala.

Pertama, terjadinya insiden kebocoran pipa gas PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) pada awal 2026 yang berdampak pada pengapalan migas 9 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), antara lain PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Bumi Siak Pusako (BSP), SPR Langgak, APGWI, EMP Gandewa, EMP Tonga, PHE Jambi Merang, MEPG, dan PetroChina Jabung.

Lalu, terjadinya gangguan pada Wilayah Kerja (WK) Berau atau Lapangan Gas Tangguh yang dikelola BP Berau Ltd, yang menyebabkan penghentian operasional yang tak diduga (unplanned shutdown) berulang.

"Nah untuk gas tadi itu menurun. Tadi saya sampaikan di TGI pipa putus 200 MMSCFD, di Subang juga ada kecelakaan dan baru saja selesai perbaikan, dan di BP ada kebakaran switchgear yang sampai hari ini belum 100% perbaikannya," jęłas Djoko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, dikutip Kamis (27/8/2026).

Meski demikian, BP Berau Ltd merupakan produsen gas terbesar di RI saat ini. Dari Lapangan Gas Tangguh, Blok Berau di Papua Barat, BP Berau Ltd telah menyalurkan 1.478 MMSCFD atau 95,4% dari target pada APBN 2026 yang ditetapkan sebesar 1.550 MMSCFD.

Produsen gas terbesar kedua yaitu PT Pertamina EP. Pertamina EP tercatat telah menyalurkan gas sebesar 563 MMSCFD tau 89,4% dari target 630 MMSCFD.

Kemudian, posisi ketiga ENI East Sepinggan Ltd dengan jumlah penyaluran gas sebesar 466 MMSCFD, lebih tinggi dari target atau 120,9% dari target APBN 385 MMSCFD.

Berikut daftar 10 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan penyaluran gas bumi terbesar hingga 31 Juli 2026:

1. BP Berau Ltd.: 1.478 MMSCFD

2. PT Pertamina EP: 563 MMSCFD

3. ENI East Sepinggan Ltd.: 466 MMSCFD

4. Medco E&P Grissik Ltd.: 458 MMSCFD

5. PT Pertamina Hulu Mahakam: 365 MMSCFD

6. JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi: 317 MMSCFD

7. Husky-CNOOC Madura Ltd.: 213 MMSCFD

8. ENI Muara Bakau B.V.: 101 MMSCFD

9. PetroChina International Jabung Ltd.: 121 MMSCFD

10. PT Pertamina EP Cepu: 151 MMSCFD

Dan lainnya dengan total realisasi salur gas 5.208 MMSCFD atau 94,5% dari target 5.508 MMSCFD.


(wia)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Pengganti LPG Segera Hadir, Raja Emiten Gas RI Ini Jadi Sorotan