Target PNBP SDA Merosot pada 2027, Purbaya Ungkap Biang Keroknya
Jakarta, CNBC Indonesia - Penerimaan negara bukan pajak (PNBP) untuk sektor sumber daya alam (SDA) khususnya migas ditargetkan lebih rendah dibanding proyeksi realisasi sepanjang 2026.
Dalam dokumen Nota Keuangan beserta RAPBN Tahun Anggaran 2027, PNBP SDA migas hanya ditargetkan Rp 129,9 triliun, turun sekitar 5,9% dibanding outlook 2026 yang mencapai Rp 138,1 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, turunnya target PNBP SDA migas tak terlepas dari asumsi makro untuk harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang hanya US$ 75 per barel, lebih redah dari outlook 2026 yang bisa mencapai US$ 85 per barel.
"Kita lihat asumsi harga minyak kan lebih rendah dibanding aktual harga minyak sekarang. Itu aja. Tapi saya yakin nanti kita bisa dorong ke arah pos pertumbuhan positif," ucap Purbaya di kawasan Jakarta Convetion Center (JCC), Kamis (20/8/2026).
Secara keseluruhan target PNBP memang makin rendah pada 2027, dengan nilai sebesar Rp 517,4 triliun, atau turun 10% dibanding outlook 2026 yang sebesar Rp 575,1 triliun.
Selain karena PNBP SDA yang merosot, tekanan pada target PNBP juga dipicu oleh turunnya potensi pendapatan kekayaan negara dipisahkan menjadi Rp 2,1 triliun, dari outlook 2026 Rp 56,4 triliun akibat tingginya setoran surplus Bank Indonesia (BI).
PNBP lainnya juga hanya senilai Rp 114 triliun dari outlook 2026 Rp 123,3 triliun.
Target yang naik berasal dari pendapatan SDA non migas menjadi Rp 153,5 triliun dari outlook Rp 141,9 triliun pada 2026, dan pendapatan BLU pada 2027 Rp 117,9 triliun dari outlook 2026 Rp 115,4 triliun.
(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]