MARKET DATA

Purbaya: Danantara Sudah Siapkan Dividen BUMN Buat Cadangan APBN

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
19 August 2026 09:25
Kantor Danantara pusat di Jakarta, Indonesia, 28 Februari 2025. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Foto: Kantor Danantara pusat di Jakarta, Indonesia, 28 Februari 2025. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) sudah menyiapkan alokasi dividen BUMN yang akan menjadi cadangan fiskal untuk pemerintah.

Namun, pihaknya masih harus membicarakan alokasi dividen BUMN ini dengan BPI Danantara. Dia pun memastikan penyerahan cadangan fiskal ini akan diputuskan tahun ini.

"Masih dibicarakan dengan pak Rosan. Diputuskan tahun ini, katanya. Dananya sudah ada, tetapi masih dibicarakan," paparnya.

Seperti diketahui, sejak keberadaan Danantara, pemerintah telah memutuskan mengalihkan dividen BUMN dari pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) ke Danantara.

Namun, sesuai arahan Presiden, sebagian keuntungan Danantara harus dicadangan untuk keuangan negara. Bahkan, menurut Purbaya, dividen BUMN ini, diharapkan dapat mengurangi penarikan utang baru.

"Ada ide presiden untuk menempatkan sebagian keuntungan Danantara untuk cadangan pemerintah, sehingga itu yang bisa ngurangin utang kita juga," kata Purbaya.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mengaku mendapatkan laporan bahwa pendapatan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tercatat melonjak hingga 400%.

Capaian itu diperoleh hanya dalam waktu satu tahun setelah Danantara diluncurkan pada 2025. Presiden meminta agar angka pendapatan tersebut diverifikasi melalui audit menyeluruh.

"Dalam satu tahun beroperasi Danantara, saya dapat laporan bahwa revenue atau penghasilan dari Danantara sudah naik 400%, saudara-saudara, kurang lebih. Ini terus harus kita audit, terus harus kita cek. Tapi kalaupun tidak 400%, 300% atau 200%, ini tetap peningkatan yang sangat signifikan dalam satu tahun bekerja," kata Prabowo, saat memberikan sambutan.

Saat ini, Danantara memiliki total aset BUMN mencapai sekitar US$1.000 miliar atau setara Rp17.800 triliun. Danantara pun ditarget menghasilkan keuntungan minimal Rp800 triliun (US$50 miliar) per tahun ke kas negara.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Wujud Solidaritas, Masyarakat Himpun Rp2,16 M untuk Korban Bencana NTT


Most Popular
Features