MARKET DATA
Mindialogue 2026

Harga Naik, Investasi Emas Lebih Tinggi Dibanding Pembelian Perhiasan

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
13 August 2026 09:04
Ekonom Senior INDEF, Aviliani saat menyampaikan pemaparan dalam Mindialogue dengan tema Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Ekonom Senior INDEF, Aviliani saat menyampaikan pemaparan dalam Mindialogue dengan tema “Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI” di Jakarta, Rabu (12/8/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Investasi emas belakangan ini semakin diminati dibandingkan pembelian emas dalam bentuk perhiasan. Tren ini semakin terlihat terutama di tengah kenaikan harga emas, dan menimbulkan pergeseran pola. Kini permintaan emas lebih banyak menjadi aset investasi dibanding hanya perhiasan.

Ekonom Senior INDEF Aviliani menuturkan, pada dasarnya tren investasi emas yang terjadi di masyarakat sejalan dengan kenaikan harga komoditas tersebut. Akibatnya, masyarakat pun lebih tertarik berinvestasi emas ketimbang membeli perhiasan yang terbuat dari emas.

"Tapi kalau kita lihat diversifikasi sebenarnya, sekarang ini yang menarik dengan harga emas naik justru investasi masyarakat, itu yang sekarang naik lebih tinggi daripada perhiasan. Kalau dulu orang itu selalu perhiasan, tapi sekarang justru yang tadi bullion bank ini bagus sekali," ujar dia dalam Mindialogue 2026, Rabu (12/8/2026).

Di samping itu, ia memandang, jika dahulu orang-orang lebih memilih perhiasan yang terbuat dari emas. Akan tetapi, saat ini kehadiran bullion bank memudahkan masyarakat untuk mendapatkan emas dalam gramasi yang sesuai keinginannya.

Aviliani menilai bullion bank sangat membantu masyarakat untuk menikmati pembelian emas tanpa harus ada bentuk fisiknya. Adapun perusahaan yang termasuk bullion bank di Indonesia adalah PT Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Ia menjelaskan, perkembangan layanan bullion bank menjadi salah satu hal yang menarik seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas.

"Dan sekarang peningkatannya 3,4 kali peningkatannya gitu. Ini salah satu cara bagaimana tidak hanya Bank Indonesia saja, tapi juga masyarakat. Saya rasa itu juga menjadi demand yang cukup tinggi ke depan dalam emas," terang dia.

Di luar itu, Aviliani menjelaskan, tidak ada ketentuan secara pasti terkait besaran cadangan emas yang perlu dimiliki suatu negara agar mampu menjaga stabilitas nilai tukar mata uangnya. Namun, keputusan untuk terus menambah kepemilikan emas menjadi bagian dari upaya diversifikasi cadangan devisa setiap negara.

Lantas, dinamika ekonomi global dan meningkatnya kembali kepercayaan terhadap emas berpotensi mendorong negara atau masyarakat untuk mempertimbangkan emas sebagai aset penting.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ramai-Ramai Dunia Borong Emas, Bikin Harga Jadi Melejit


Most Popular
Features