MARKET DATA

Malaysia Tiba-Tiba Kenakan Bea Masuk 10% Buat Impor Emas

haa,  CNBC Indonesia
29 May 2026 09:10
Emas batangan. (AP Photo)
Foto: Emas batangan. (AP Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Malaysia resmi memberlakukan bea masuk 10% untuk pengiriman emas batangan tertentu. Adapun, menurut pedagang dan dealer, aturan ini sudah berlaku sejak awal Mei 2026.

Aturan ini pun menimbulkan hambatan dalam perdagangan emas. Pasalnya, beberapa pengiriman ditahan di bea cukai atau dialihkan ke tempat lain, karena biaya tambahan, tanpa peningkatan harga emas lokal yang sebanding, akan membuat impor tersebut tidak menguntungkan.

Dikutip dari The Star dan Bloomberg, Bank Muamalat Malaysia yang menawarkan produk investasi emas, telah mengumumkan bahwa setiap kali pajak impor 10% dikenakan pada emas batangan, biaya tersebut akan dibebankan kepada pelanggan.

Departemen Bea Cukai Kerajaan Malaysia mengatakan Kementerian Keuangan akan berdialog dengan industri mengenai impor produk emas yang dicetak.

Dikutip dari VNExperss dan CryptoBriefing, imbas aturan ini, investor yang membeli batangan emas satu kilogram melalui bank Malaysia setelah 8 Juni akan membayar biaya sekitar MYR45.000 (US$11.300), lebih banyak dari sebelumnya.

Harga emas naik ke rekor tertinggi awal tahun ini, memicu minat investor terhadap komoditas ini, termasuk di Asia. Di Malaysia, beberapa bank lokal telah memperkenalkan produk investasi emas selama setahun terakhir, sementara perusahaan logistik emas batangan Loomis AB membuka brankas di dekat ibu kota negara untuk melayani permintaan yang meningkat.

Malaysia mengimpor emas non-moneter senilai sekitar US$2,5 miliar hingga April tahun ini, menurut data dari Departemen Statistik negara tersebut.

Langkah pemerintah Malaysia ini mengikuti perubahan kebijakan impor yang tiba-tiba di India, pasar emas dan perak terbesar kedua di dunia, yang telah memicu serangkaian efek di seluruh pasar logam dan mata uangnya.

(haa/haa) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Toko Perhiasan Tiffany & Co Disegel Bea Cukai, Ini Kata Purbaya


Most Popular
Features