Hore! Pemerintah Tebar Paket Insentif Ekonomi di Semester II-2026
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto mengungkapkan pemerintah akan melanjutkan pemberian insentif pada semester II-2026, guna mendukung pertumbuhan ekonomi di atas 5% dan menstabilkan inflasi.
Airlangga mengatakan ada beberapa insentif yang akan kembali diberikan pada semester II-2026, mulai dari bantuan pangan, diskon transportasi, pembebasan PPN atas tiket pesawat kelas ekonomi, pembukaan program magang nasional, program vokasi, insentif pariwisata, dan lain-lainnya.
"Pada semester kedua tahun ini, beberapa program terus dijalankan yaitu bantuan pangan untuk 33,24 juta penerima manfaat yang kita akan berikan beras 10 kilogram dan tujuannya adalah juga untuk menekan inflasi," kata Airlangga dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (5/8/2026).
Selain itu, insentif diskon tarif 30% di beberapa transportasi umum juga akan kembali diberlakukan pada masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026-2027. Adapun diskon ini akan berlaku di perjalanan kereta api jarak jauh kelas ekonomi, kapal laut dan penyeberangan, serta PPN DTP bagi tiket pesawat kelas ekonomi.
"Kemudian juga transportasi liburan sekolah saat Nataru juga sudah disiapkan dengan diskon 30% untuk angkutan laut penumpang, bebas tarif juga untuk kepelabuhanan dan PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk tiket pesawat yang ekonomi," lanjut Airlangga.
Begitu juga program vokasi dan magang nasional akan dilanjutkan di semester II-2026, di mana pada semester I-2026. Khusus magang nasional, pemerintah akan membuka untuk 150.000 peserta dalam waktu enam bulan.
"Program magang dan pelatihan vokasi juga terus didorong, di mana program magang untuk 150.000 dilanjutkan untuk mereka magang 6 bulan dan setelah 6 bulan mereka dipersilakan bekerja di perusahaan tersebut atau mencari pekerjaan lain," terang Airlangga.
Sementara di sektor pariwisata, pemerintah juga akan memberikan insentif untuk mendukung beberapa perhelatan yang akan digelar di Indonesia di semester II-2026.
Tak hanya itu saja, Airlangga juga membuka kerja sama dengan Thailand dan Belarusia, di mana salah satu poin penting kerja sama tersebur yakni pembukaan rute langsung perjalanan pesawat dari Thailand dan Belarusia ke Indonesia maupun sebaliknya, guna meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.
"Ini yang menarik Bali dan Nusa Tenggara tumbuh di atas nasional yaitu 6,1 persen nah ini menunjukkan bahwa sektor tourism itu sudah bisa juga bergerak untuk mensejahterakan," tegasnya.
Dari sektor energi, pemerintah juga akan menjaga agar tidak lagi mengimpor bahan bakar solar, di mana penerapan B50 turut mendukung langkah ini. Pemerintah juga akan menjaga agar subsidi Pertalite tetap terjaga setidaknya hingga Desember 2026.
"Arahan Bapak Presiden juga di tengah ketidakpastian daripada perang di Selat Hormuz, BBM tetap kita jaga resiliensinya di mana APBN sebagai shock absorber itu menjaga agar dengan diterapkannya B50 maka kita tidak lagi impor solar. Untuk Pertalite dijamin harga sampai Desember 2026 masih aman," ujar Airlangga.
Airlangga memastikan, dari segi insentif fiskal, pajak penghasilan ditanggung pemerintah untuk karyawan bergaji di bawah Rp 10 juta per bulan di sektor-sektor tertentu juga akan tetap dilanjutkan hingga akhir tahun.
(arj/arj)