Begini Kondisi Industri RI Selama April-Juni 2026, Ada yang Melesat!

Robertus Adrianto, CNBC Indonesia
Rabu, 05/08/2026 11:39 WIB
Foto: Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Halim Perdanakusuma bernama 'Dapur Sehat Anak Bangsa' menyiapkan menu makan bergizi gratis (MBG) berisi menu ayam teriyaki, sayur buncis, nasi dan pisang, Jakarta Senin, (6/1/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gerak bisnis sektor industri di Indonesia mengalami pertumbuhan pada kuartal II-2026, seiring dengan terjaganya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 sebesar 5,29% secara tahunan atau year on year (yoy).

Hanya satu industri yang justru mengalami kontraksi pada kuartal II-2026, yakni pertambangan dengan kemerosotan hingga minus 1,64% yoy.

"Lapangan usaha pertambangan kontraksi 1,64% disebabkan bijih logam turun 9,4% dan belum pulihnya tambang Grasberg Blok F di provinsi Papua Tengah pasca aliran longsor di September 2025," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud saat konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Rabu (5/8/2026).


Laju pertumbuhan sektor industri tertinggi tercatat untuk pengadaan listrik dan gas mencapai 10,815 dengan kontribusi hanya sebesar 0,99%. Dipicu oleh peningkatan penjualan listrik untuk hampir seluruh segmen konsumen, utamanya segmen rumah tangga, bisnis, dan industri.

BPS mencatat, industri yang mampu tumbuh tinggi pada kuartal II-2026 selanjutnya adalah akomodasi dan makan minum dengan pertumbuhan 10,80%, meski kontribusinya ke PDB 2,77%.

Tumbuh tingginya sektor penyedia akomodasi dan makan minum didorong oleh peningkatan okupansi hotel dan peningkatan kinerja jasa boga sejalan dengan semakin luasnya jangkauan penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG).

Ketiga, pertumbuhan tertinggi selanjutnya adalah informasi dan komunikasi atau infokom sebesar 6,97%. Didorong oleh semakin luasnya pemanfaatan jasa telekomunikasi di berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, perdagangan, dan lainnya.

Laju pertumbuhan sektor lain yang tumbuh di atas level 5% di antaranya administrasi pemerintahan sebesar 6,89%, jasa kesehatan 6,88%, konstruksi 6,68%, perdagangan 6,39%, jasa lainnnya 6,36%, dan jasa pendidikan 5,92%.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Purbaya Optimistis Ekonomi Semester II 2026 Tumbuh Hingga 6%