Perusahaan Tembakau Sampai Batu Bara Setor Pajak Terbesar di Awal 2026
Jakarta, CNBC Indonesia - Setoran pajak dari sejumlah sektor bisnis utama di Indonesia naik hingga akhir kuartal I-2026 atau tepatnya sampai dengan akhir Maret 2026.
Kinerja itu menopang penerimaan pajak hingga 31 Maret 2026 sebesar Rp 394,8 triliun atau tumbuh 20,7% dibanding realisasi pada 31 Maret 2025 yang sebesar Rp 327 triliun.
"Mayoritas sektor utama dengan kontribusi besar terhadap penerimaan pajak mencetak pertumbuhan yang solid pada kuartal I-2026," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di ruang rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Sektor pertama yang setoran pajaknya tumbuh kencang hingga akhir Maret 2026 ialah industri pengolahan dengan nilai Rp 84,2 triliun dan kontribusinya ke penerimaan pajak 21,3%. Nilai setoran pajak industri pengolahan itu tumbuh 11,5% yoy.
Pertumbuhan dua digit setoran pajak industri pengolahan ini ditopang oleh subsektor industri pengolahan tembakau dan subsektor industri barang kimia lainnya karena adanya penjalan lini bisnis.
Kedua ialah sektor perdagangan yang nilainya Rp 103,6 triliun atau 26,2% dari total setoran pajak. Nilai itu mengalami pertumbuhan signifikan, yakni 59,9% yoy dibanding Maret 2025.
Pemicu utama naiknya penerimaan pajak negara dari sektor perdagangan karena subsektor perdagangan besar BBM dan perdagangan online naik sejalan dengan peningkatan tren belanja online di tengah masyarakat.
Foto: Penerimaan pajak neto sektor utama mayoritas tumbuh kuat. (Dok Kementerian Keuangan) |
Sektor ketiga yang penerimaan pajaknya naik ialah pertambangan, sebesar 6,3% dengan nilai Rp 32,9 triliun dan kontribusi 8,3%. Utamanya dipicu oleh penurunan restitusi terutama pertambangan batu bara.
Terakhir ialah sektor keuangan dan asuransi yang mampu menyetorkan pajak senilai Rp 50,7 triliun per akhir Maret 2026 dengan pertumbuhan 7,6% yoy dan kontribusi 12,8%. Disebabkan oleh subsektor aktivitas penunjang jasa keuangan yang kinerja tumbuh baik.
"Jadi memang ada perbaikan yang signifikan dari aktivitas perekonomian," kata Purbaya.
(arj/mij) [Gambas:Video CNBC]
Foto: Penerimaan pajak neto sektor utama mayoritas tumbuh kuat. (Dok Kementerian Keuangan)