MARKET DATA

Target Setoran Pajak Karyawan 2026 Melorot, Purbaya: Ekonomi Lambat

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
22 January 2026 13:30
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan paparan dalam acara Sarasehan 100 Ekonom di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (28/10/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan paparan dalam acara Sarasehan 100 Ekonom di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (28/10/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasannya mematok rendah target setoran pajak gaji karyawan alias pajak penghasilan (PPh) pasal 21 pada 2026.

Sebagaimana diketahui, target pendapatan PPh Pasal 21 pada 2026 menjadi senilai Rp 251,19 triliun, lebih rendah dari target tahun lalu Rp 313,51 triliun.

Purbaya menjelaskan, target setoran PPh Pasal 21 yang rendah di 2026 ini tak terlepas dari aktivitas ekonomi Indonesia yang memang sudah melambat.

"Pajak itu mengikuti ekonomi. Kalau ekonomi melambat, pajak ikut melambat," kata Purbaya di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Purbaya mengatakan, eratnya kaitan aktivitas ekonomi yang loyo dengan setoran pajak penghasilan para karyawan itu tak terlepas dari masih rendahnya kemampuan pemerintah dalam mengumpulkan penerimaan pajak.

Oleh sebab itu, menurutnya, target setoran PPh 21 itu memang didesain realistis sebagai pemacu pemerintah mendesain kebijakan ekonomi yang tepat sasaran dan efektif.

Meski targetnya melambat, Purbaya memastikan, bukan berarti pemerintah membiarkan realisasinya sebagaimana target itu. Namun, akan terus didorong supaya melampaui dengan ramuan kebijakan yang mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 6%.

"Tax collection to GDP ratio relatif konstan. Kecuali efisiensi pengumpulan kita perbaiki dan kita promosikan orang-orang yang benar. Karena itu tahun ini kita dorong ekonomi tumbuh lebih cepat," tegas Purbaya.

(arj)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Model Baru Bagi Hasil Pajak Karyawan ke Daerah Berlaku 2026


Most Popular
Features