Buka Potensi Daerah, Mentrans Petakan 1.476 Patriot Muda ke Pelosok RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Transmigrasi mengirim sebanyak 1.476 Patriot muda ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia melalui Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Hal ini untuk menjawab tantangan kebutuhan sumber daya manusia yang dapat memetakan potensi daerah, mencari solusi atas persoalan masyarakat, dan membuka peluang ekonomi baru di kawasan transmigrasi.
Para Patriot muda ini tidak datang hanya untuk untuk melakukan penelitian, melainkan memetakan potensi, mengidentifikasi persoalan, serta merumuskan solusi dan rekomendasi berbasis data bagi pengembangan kawasan transmigrasi.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan bahwa proses pembangunan tidak dapat dilakukan hanya dari balik meja. Kebijakan yang tepat lahir dari pemahaman terhadap kondisi nyata masyarakat dan potensi setiap daerah di Indonesia.
"Kalau bapak, ibu, dan adik-adik tidak hadir di tiap sudut Indonesia, maka orang lain yang akan hadir. Karena itu, negara memfasilitasi kehadiran para Patriot untuk melihat langsung kondisi di lapangan," ujar Iftitah dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).
Dirinya bilang, kawasan transmigrasi menyimpan potensi ekonomi yang besar. Namun, pada saat yang sama menghadapi persoalan yang beragam dan kompleks.
Maka dari itu, Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menerjemahkan ilmu pengetahuan menjadi solusi yang dapat diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Pembangunan tidak cukup hanya dibahas di ruang kelas atau ruang rapat. Kita harus hadir, memahami persoalan secara langsung, lalu mencari jalan keluarnya bersama masyarakat," terang dia.
Di samping itu, Iftitah menjelaskan, pada dasarnya sebagian persoalan di kawasan transmigrasi telah berlangsung selama puluhan tahun. Atas dasar itu, para Patriot tidak dibebani untuk menyelesaikan seluruh persoalan dalam waktu singkat, melainkan diharapkan mampu menjadi bagian dari mata rantai perubahan yang terus berlanjut.
"Persoalan yang sudah berlangsung puluhan tahun tentu tidak selesai dalam satu atau dua hari. Yang penting kita terus bergerak, terus mencari solusi, dan memastikan pembangunan tetap berjalan," katanya.
Untuk diketahui, Program Tim Ekspedisi Patriot merupakan bagian dari Transmigrasi Patriot, salah satu program unggulan dalam agenda 5T Kementerian Transmigrasi. Lewat program ini, hasil kerja para Patriot diharapkan tidak berhenti sebagai laporan akademik, tetapi menjadi pijakan bagi lahirnya kebijakan, inovasi, investasi, dan berbagai kegiatan ekonomi baru di kawasan transmigrasi.
Lantas, temuan mereka di lapangan nantinya diharapkan dapat membantu membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas kawasan, memperkuat usaha masyarakat, serta mempertemukan potensi daerah dengan teknologi, pasar, dan investasi. Bagi Kementerian Transmigrasi, mengirim Patriot ke berbagai pelosok Indonesia bukan sekadar program pendidikan lapangan.
Langkah tersebut ditempuh sebagai bagian dari upaya investasi sumber daya manusia untuk memastikan setiap daerah memiliki kesempatan yang lebih besar. Dalam konteks ini, daerah tersebut bisa memperoleh akses terhadap ilmu pengetahuan, inovasi, dan talenta unggul.
Dengan hadirnya para Patriot, potensi yang selama ini belum terlihat diharapkan dapat ditemukan. Tak hanya itu, persoalan yang belum terselesaikan dapat dicarikan jalan keluar, dan kawasan transmigrasi dapat tumbuh menjadi pusat-pusat ekonomi baru menuju Indonesia Maju.
(rah/rah) Add
source on Google