MARKET DATA

Mengukur Peran & Program Kementerian dalam Mendorong Ekonomi Nasional

Khoirul Anam,  CNBC Indonesia
22 June 2026 17:45
Economic Update 2026
Foto: dok Economic Update 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah dinamika global, Ekonomi Indonesia masih tercatat tumbuhan 5,61% pada kuartal pertama tahun 2026. Capaian tersebut didukung oleh fundamental ekonomi domestik yang tetap kuat, terutama dari sisi konsumsi rumah tangga.

Dari sisi fiskal, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga menunjukkan peran signifikan yang didukung oleh penerimaan pajak. Hingga akhir kuartal pertama, kenaikan penerimaan pajak sebesar 14,3% atau Rp462,7 triliun.

Pada 2029, Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto membidik pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%. Target tersebut tercermin dari sederet program prioritas berbagai kementerian terkait percepatan investasi, peningkatan ketahanan energi dan pangan, hingga transformasi digital.

Kendati demikian, target pertumbuhan ekonomi nasional tidak mungkin dicapai hanya melalui peningkatan belanja negara. Setiap kementerian memiliki peran krusial sebagai motor penggerak ekonomi melalui wewenangnya dalam merumuskan kebijakan, regulasi, hingga pengawasan sesuai sektornya masing-masing.

Sinergi antar kementerian jelas dibutuhkan untuk menyukseskan program-program prioritas pemerintah secara keseluruhan sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Untuk mengulas hal itu secara komprehensif, CNBC Indonesia dengan bangga menghadirkan Economic Update 2026 dengan tema "Capaian Kinerja dan Arah Penguatan Program Prioritas Kementerian".

Berbagai topik akan diulas, di antaranya capaian kinerja program prioritas kementerian dalam konteks dinamika ekonomi terkini, sekaligus arah penguatan kebijakan ke depan. Pembahasan difokuskan pada sejauh mana program yang dijalankan mampu mendorong pertumbuhan, meningkatkan efisiensi, serta menjawab tantangan struktural yang dihadapi.

Selain itu, update ini juga menyoroti langkah strategis yang akan diambil untuk memperkuat dampak program, memastikan keberlanjutan, dan menjaga relevansi kebijakan terhadap kebutuhan ekonomi yang terus berkembang.

Pada hari pertama Selasa, 22 Juni 2026, Economic Update 2026 menghadirkan diskusi dengan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara.

Jangan lewatkan Economic Update 2026 mulai 22 Juni hingga 3 Juli 2026 pukul 08.00 secara eksklusif melalui berbagai program unggulan CNBC Indonesia, yakni Squawk Box, Profit, Power Lunch, Closing Bell, dan Evening Up. Economic Update 2026 didukung oleh Shark dan PT Pertamina (Persero).

Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk update informasi seputar ekonomi dan bisnis.

(dpu/dpu) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Melirik Kinerja & Arah Program Prioritas Kementerian di Era Prabowo


Most Popular
Features