Kekayaan RI Bocor Rp1.000 Triliun/Tahun, Prabowo: Saya Sedang Hentikan

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Kamis, 23/07/2026 22:19 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam Puncak Harlah ke-28 yang di gelar oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (23/7/2026). (Tangkapan Layar Youtube/ DPP PKB)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia menghadapi persoalan kebocoran ekonomi lebih dari Rp1.000 triliun yang hilang setiap tahunnya. Ia juga melihat tingkat efisiensi ekonomi Indonesia masih tertinggal dari negara lain.

Hal ini diungkapkan saat Harlah (Hari Lahir) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-28 di Jakarta Convention Center, Kamis (23/7/2026).

Prabowo mengatakan bahwa para pakar menilai perekonomian Indonesia tidak efisien. Menurutnya, hal itu menunjukkan besarnya kebocoran kekayaan negara.


"Saudara-saudara, semua pakar mengatakan kalau bicara ekonomi Indonesia, mereka mengatakan bahwa Indonesia ekonominya tidak efisien. Apa arti tidak efisien? Artinya banyak kekayaan bocor!" kata Prabowo.

Ia menjelaskan indikator untuk mengukur efisiensi adalah Incremental Capital Output Ratio (ICOR), yang saat ini berada di level 6,5.

Prabowo memperkirakan sekitar 30% kekayaan Indonesia masih mengalami kebocoran. Dengan asumsi anggaran negara sekitar US$270 miliar atau setara Rp3.700 triliun, ia menyebut nilai kebocoran itu mencapai lebih dari Rp1.000 triliun.

"Jadi kalau 30% bocor, artinya ya lebih dari Rp1.000 triliun bocor! Ini sedang saya hentikan!" tegasnya.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: S&P Beri Indonesia Kabar Baik, Tapi Ada "PR-nya"