Prabowo Sebut Kekayaan RI Rp6.069 T Lari ke Luar Negeri 22 Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, selama 22 tahun terakhir, Indonesia belum mampu mencegah bocornya kekayaan bangsa yang lari ke luar negeri.
Ia mengatakan, selama puluhan tahun itu, setidaknya nominal kekayaan bangsa yang tak mampu dinikmati oleh rakyat mencapai US$ 343 miliar atau setara Rp 6.069,04 triliun (kurs Rp 17.694/US$).
"Keuntungan kita yang selama 22 tahun adalah US$ 436 miliar, yang keluar adalah US$ 343 miliar," tegas Prabowo saat pidato di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Prabowo mengklaim mendapatkan angka-angka ini dari Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB. Dicurinya kekayaan bangsa dan dibawa keluar negeri itu membuat kemampuan negara untuk pembangunan menjadi kurang optimal selama ini.
"Saudara-saudara ini yang sebabnya gaji-gaji guru kecil, gaji-gaji aparat penegak hukum kecil, gaji ASN kecil, ini yang selalu anggaran tidak cukup, anggaran tidak kuat," paparnya.
Oleh sebab itu, di bawah pemerintahannya, kebocoran kekayaan ke luar negeri ini tidak akan lagi terjadi, sebab ia mengaku sudah tahu masalahnya, yakni seperti under invoicing atau melaporkan ekspor di bawah nilai sebenarnya.
"Ini adalah fraud atau penipuan yang mereka jual, yang dijual pengusaha tidak dilaporkan yang sebenarnya, banyak dari mereka membuat perusahaan di luar negeri," tegas Prabowo.
(arj/arj) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]