Ini Tantangan Berat Program Nyicil Rumah Sampai 40 Tahun

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Rabu, 22/07/2026 13:55 WIB
Foto: Suasana proyek pembangunan perumahan di Depok, Jawa Barat, Rabu (17/2/2021). Harga hunian rumah hunian masih menunjukkan kenaikan pada kuartal IV-2020 namun laju kenaikan melambat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana pemberian tenor kredit pemilikan rumah (KPR) hingga 40 tahun membuka peluang cicilan yang lebih ringan bagi masyarakat. Namun di balik itu, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) melihat tantangan besar dari sisi penyediaan sumber pendanaan.

Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo mengatakan tenor 40 tahun bukan kewajiban, melainkan pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan cicilan lebih ringan.

"Tenor 40 tahun itu bukan mandatory, tetapi opsional. Kalau ada masyarakat yang cicilan 20 tahunnya masih berat, dia bisa mengambil tenor 40 tahun," kata Ananta dalam konferensi pers SMF di Panglima Polim, Jaksel, Rabu (22/7/2026).


Tantangan utama bukan pada produk KPR, tetapi bagaimana memperoleh dana jangka sangat panjang yang sesuai dengan tenor kredit tersebut. Selama ini pasar modal domestik belum memiliki investor yang kuat untuk instrumen berjangka sangat panjang.

Suasana proyek pembangunan perumahan di Depok, Jawa Barat, Rabu (17/2/2021). Harga hunian rumah masih menunjukkan kenaikan pada kuartal IV-2020 namun laju kenaikan melambat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Suasana proyek pembangunan perumahan di Depok, Jawa Barat, Rabu (17/2/2021). Harga hunian rumah hunian masih menunjukkan kenaikan pada kuartal IV-2020 namun laju kenaikan melambat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

"Kalau sampai 40 tahun, artinya porsi dana yang disediakan SMF juga harus match. Tantangannya, apakah SMF bisa mencari dana dengan tenor 40 tahun? Itu yang tidak mudah," ujarnya.

SMF pun mulai menjajaki peluang memperoleh pendanaan dari luar negeri setelah memperoleh peringkat internasional dari Standard & Poor's.

"Kita akan mencoba eksplorasi offshore. Mudah-mudahan ada investor yang memiliki dana jangka panjang 10 sampai 20 tahun. Itu salah satu alasan kenapa kami membutuhkan rating internasional," katanya.

Ananta menegaskan pembentukan pasar pendanaan jangka panjang membutuhkan keterlibatan regulator, investor hingga penerbit surat utang agar ekosistemnya benar-benar terbentuk.

"Harus ada regulator, investor dan issuer duduk bersama supaya pasar pembiayaan jangka panjang ini bisa berkembang," ujarnya.


(fys/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kabar Baik! Tunggakan Kredit di Bawah Rp 1 Juta Bisa Ajukan KPR