Harga Beras Naik Udah Berbulan-bulan, Pedagang Bongkar Kondisi Aslinya
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga beras di Pasar Rumput, Jakarta Selatan, masih bertahan di level tinggi meski pasokan dinilai relatif aman. Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, para pedagang mengaku harga beras, baik medium maupun premium, tidak mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Namun, harganya juga belum kunjung turun setelah naik sejak awal tahun.
Yanto, salah seorang pedagang beras di Pasar Rumput, mengatakan harga beras medium saat ini dijual Rp14.500-Rp15.000 per kilogram (kg), sedangkan beras premium berada di kisaran Rp15.000-Rp17.000 per kg.
"(Harga) beras lagi banyak sih, beragam.. Kalau yang medium Rp14.500-15.000 per kg. Kalau premium Rp15.000-17.000 per kg. Normal sih ini, harganya memang stabil tinggi dari berapa bulan," kata Yanto kepada CNBC Indonesia saat ditemui di lokasi, Selasa (21/7/2026).
Meski sempat beredar kabar beras premium mulai sulit didapat, Yanto menilai stok di tingkat pedagang masih tersedia. Menurutnya, berkurangnya pasokan kemungkinan dipengaruhi belum masuknya musim panen.
"Engga (langka) ya kayaknya. Kalau dicari masih ada, cuma memang kemarin kata orang induk (Pasar Induk Beras Cipinang/PIBC) mulai agak susah. Tapi mungkin itu karena lagi ga musim panen ya. Lagi nggak ada panen, jadi makanya stoknya agak susah," ujarnya.
Yanto menyebut harga beras belum mengalami kenaikan lagi, namun sudah lama bertahan di level yang tinggi.
"Harganya nggak ada naik, tapi ini stabilnya sudah tinggi ya, nggak turun-turun," ucap dia.
Pedagang beras lainnya, Jali, juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, harga beras sudah tinggi sejak awal 2026. Meski sempat turun pada April-Mei, harga kembali bertahan di level tinggi hingga saat ini.
"Beras sudah mahal dari awal 2026 ya. Sempat turun sebentar pas April-Mei, habis itu stabil tinggi kayak sekarang. Premium ini Rp15.000-Rp17.000 per liter, medium Rp12.000-Rp14.000 per liter. Kalau kilogram hitung saja tambah Rp1.500 per liter. Saya jualnya literan," ucap Jali.
Terkait pasokan, Jali mengatakan stok beras di pasar masih mencukupi. Hanya saja, kiriman dari daerah mulai berkurang dan sebagian produsen disebut mulai beralih memproduksi beras fortifikasi.
"Engga, masih banyak. Lagi musim gadu kali ya makanya kiriman dari daerah berkurang. Cuma kemarin pas cari barang, itu katanya memang sekarang produsen lari ke beras yang ada vitamin-vitaminnya (fortifikasi) gitu," tuturnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren kenaikan harga beras masih berlanjut hingga pekan ketiga Juli 2026. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan harga beras medium maupun premium terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, rata-rata harga beras medium secara nasional pada pekan ketiga Juli mencapai Rp14.477 per kg, sedangkan beras premium mencapai Rp16.313 per kg. BPS juga mencatat jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras terus bertambah, baik untuk beras medium maupun premium.
(dce) Add
source on Google