Plafon KUR Rp340 Triliun, Baru Terserap 50,83%
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Koordinator (Menko) Perekonomian mengungkapkan kebijakan kemudahan skema biaya terus diberikan guna menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia, di mana salah satunya yakni pemberian kredit usaha rakyat (KUR).
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian Ferry Irawan mengatakan total plafon KUR yang diberikan ke sektor produktif mencapai Rp340 triliun.
"Untuk KUR, total kredit program yang kita salurkan itu di total platform kita ada Rp340 triliun, kata Ferry dalam paparannya di Risk and Government Summit Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (14/7/2026).
Adapun KUR tersebut diberikan untuk menopang pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan mendorong sektor produktif.
"KUR yang kita berikan tersebut untuk menopang pertumbuhan ekonomi, mencipta lapangan kerja, maupun mendukung sektor-sektor yang produktif," terang Ferry.
Hingga 28 Juni lalu, Kemenko Perekonomian melaporkan realisasi KUR ke UMKM mencapai Rp147,7 triliun atau sekitar 50,83% dari target.
Capaian tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional.
Selain KUR, pemerintah juga menyediakan pembiayaan ekspor melalui lembaga pembiayaan ekspor, kredit industri bagi sektor padat karya dan padat modal, termasuk sektor tekstil, produk tekstil, furnitur, kayu, dan sektor strategis lainnya.
(haa/haa) Add
source on Google