MARKET DATA

Pemerintah Rumuskan Strategi Penyelamatan UMKM RI

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
07 April 2026 10:30
Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, (Instagram/helvi.moraza)
Foto: Wakil Menteri UMKM, Helvi Moraza, (Instagram/helvi.moraza)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menyiapkan strategi pendekatan ekosistem kewirausahaan terintegrasi untuk mendukung pengembangan dan solusi bagii masalah UMKM, yakni akses untuk kemitraan global, akses pembiayaan perbankan, pemanfaatan teknologi dan standarisasi UMKM yang belum optimal.

Pertama adalah perluasan akses pembiayaan dengan mendorong UMKM melakukan pembiayaan formal di bank, non bank, dan alternatif lainnya.

"Dalam hal ini pemerintah betul-betul memperhatikan akses pembiayaan ini di mana Rp300 triliun itu dialokasikan untuk KUR, yang alhamdulillah pada tahun kemarin kita mencapai 97,3 persen penyebaran di mana waktu itu proporsinya masih Rp280 triliun plus Rp20 triliun," ungkap Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza saat memberi sambutan di acara Dialog Menuju Kesejahteraan Antar Generasi di kantor Kementerian Bappenas, Jakarta pada Senin (7/4/2026).

Sebagai tindak lanjut, Kementerian UMKM pun melakukan monitoring dan pengawasan, terutama dalam hal penyaluran KUR di bawah Rp100 juta yang tidak perlu memiliki aset.

"Nah kami di Kementerian UMKM ada itu rapat monitoring dan pengawasan kur sehingga hal-hal yang selama ini diributkan tentang kredit tanpa agunan yang Rp100 juta ke bawah itu, itu sudah mulai tertib," katanya.

"Kemudian tidak ada lagi upaya-upaya yang mempersulit kepada akses pembiayaan bagi UMKM karena kami konsentrasi bagaimanapun itu adalah hak dari UMKM yang disiapkan oleh pemerintah dalam hal ini Pak Presiden Prabowo Subianto," sambung Helvi.

Strategi kedua adalah dengan peningkatan akses terhadap inkubator bisnis. Helvi mengatakan untuk mendukung strategi ini, Pemerintah membuat program Entrepreneur Hub yang meminta dan mendorong kepada perguruan tinggi untuk melakukan inkubator bisnis.

"Ada di antaranya sudah mendirikan badan usaha milik kampus dan ini sangat berperan untuk tumbuh kembangnya wirausaha muda," kata Helvi

Strategi ketiga adalah peningkatan akses inovasi, teknologi, dan digitalisasi. Strategi ini untuk mendorong UMKM berinovasi, mengadopsi teknologi dan e-payment yang difasilitasi melalui onboarding UMKM ke platform digital untuk memperluas pasar.

Helvi mengatakan bahwa pihaknya juga mengajak platform online untuk turut ambil bagian dalam melakukan latihan atau bimbingan kepada UMKM.

"Kemudian ada peningkatan inovasi dan teknologi serta digitalisasi, kita minta juga tanggung jawab kepada platform online disamping mereka menikmati keuntungan mereka harus juga melakukan semacam latihan atau bimbingan kepada UMKM-UMKM," ucapnya.

Selanjutnya penguatan ekosistem kewirausahaan nasional melalui implementasi regulasi kewirausahaan dan PP 7/2021 dan terakhir melakukan standarisasi program pemberdayaan melalui Kartu Usaha Produktif.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Riwayat SLIK Masih Jadi Momok Jegal UMKM RI, Pemerintah Bisa Apa?


Most Popular
Features