MARKET DATA

Tinggal Tunggu Waktu, RI Bersiap Punya Bensin Baru RI E5

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
07 July 2026 14:05
Infografis, Kenalan Sama Bioetanol, Jagoan BBM Ramah Lingkungan Pertamina
Foto: Infografis/ Bioetanol Pertamina/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebentar lagi Indonesia bakal memperluas penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin yang dicampur bioetanol sebesar 5% atau E5. Adapun, program ini tinggal menunggu keputusan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, meski sebelummnya ditargetkan berjalan pada Juli 2026.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan pemerintah terus mempersiapkan ekosistem bioetanol, mulai dari pembangunan pabrik hingga penyediaan bahan baku di berbagai daerah.

"Kalau etanol, melihatnya itu kita mendorong untuk semua badan usaha menghadirkan pabrik bioetanol di semua provinsi, lah. Di semua pulau. Konsepnya begitu," ujar Eniya ditemui di Kementerian ESDM, dikutip Selasa (7/7/2026).

Eniya menyebut keputusan terkait implementasi bensin E5 di SPBU saat ini berada di tangan Menteri ESDM. Menurutnya, pemerintah masih menunggu kesiapan produksi bioetanol di dalam negeri agar pasokan dapat terjamin saat kebijakan mulai diberlakukan.

Namun yang pasti hambatan dalam pengembangan bioetanol kini telah diselesaikan. Salah satunya mengenai cukai etanol yang telah dihapus.

"Nah, ini kita tinggal nunggu keputusan Pak Menteri. Pak Menteri kan selalu melihat dari lokal sudah ada berapa dulu nih, gitu. Nah, dengan adanya cukai bebas berarti itu sudah bisa menjadi apa ya, acuan investasi, lah. Kan yang dibutuhkan itu bahan ampas Tebu. Kan ampasnya. Lalu, tongkol jagung. Terus, ketela pahit yang menjadi sumber Mau itu ada aren, mau itu ada sorgum, mau itu ada sagu. Itu semua berpotensi," ujar Eniya.

Sebelumnya, berdasarkan data Ditjen ETKE, implementasi E5 pada 2026 rencananya akan dilakukan di enam wilayah. Diantaranya yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ditjen EBTKE selanjutnya berencana memperluas cakupan wilayah penerapan bioetanol pada tahun selanjutnya.

Sebagai contoh, pada 2027 program E5 akan diperluas dengan menambahkan Bali sebagai wilayah implementasi. Kemudian mulai 2028, kadar campuran bioetanol ditingkatkan menjadi 10% (E10) dengan cakupan wilayah yang tetap.

Kemudian pada 2029 hingga 2030, implementasi E10 akan diperluas lagi dengan memasukkan Lampung sebagai wilayah baru. Dengan demikian, total terdapat delapan wilayah yang menjalankan program tersebut.

Adapun rencana pentahapan pemanfaatan bioetanol adalah sebagai berikut:

2026: E5 (5%)

2027: E5 (5%)

2028: E10 (10%)

2029: E10 (10%)

2030: E10 (10%

(pgr/pgr) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 3 Perusahaan Bakal Jadi Pemasok Etanol Untuk BBM, Ini Kisi-Kisinya


Most Popular
Features