MARKET DATA
Internasional

Rusia Dihantam Krisis BBM, Tak Disangka Pilih Impor dari Negara Ini

luc,  CNBC Indonesia
02 July 2026 13:30
Kendaraan mengantre untuk mengisi bahan bakar di pompa bensin Lukoil, karena menurut pejabat setempat beberapa stasiun pengisian bahan bakar regional menghadapi kekurangan bensin akibat pengurangan produksi di kilang-kilang utama, di tengah konflik R
Foto: Kendaraan mengantre untuk mengisi bahan bakar di pompa bensin Lukoil, karena menurut pejabat setempat beberapa stasiun pengisian bahan bakar regional menghadapi kekurangan bensin akibat pengurangan produksi di kilang-kilang utama, di tengah konflik Rusia-Ukraina di Rostov-on-Don, Rusia, 23 Juni 2026. (REUTERS/Sergey Pivovarov)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia mulai mengimpor bensin melalui jalur laut dari India di tengah krisis pasokan bahan bakar yang melanda berbagai wilayah negara tersebut akibat serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur energi. Langkah ini menjadi salah satu upaya Moskow untuk mengatasi kelangkaan BBM yang semakin terasa di tengah berlanjutnya perang dengan Ukraina.

Dilansir Reuters, dua sumber industri mengatakan pada Rabu (1/7/2026) bahwa pengiriman bensin dari India ke Rusia telah dimulai. Impor tersebut dilakukan setelah serangan-serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia memicu gangguan produksi dan distribusi bahan bakar.

Kelangkaan bensin kini dirasakan di seluruh wilayah Rusia yang membentang sepanjang 11 zona waktu. Kondisi tersebut ditandai dengan penerapan pembatasan penjualan bahan bakar, antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU), hingga lonjakan harga bensin yang mencapai rekor tertinggi.

Pada Selasa, Kremlin mengonfirmasi pemerintah Rusia sedang menjalin komunikasi dengan sejumlah negara untuk membahas kemungkinan impor bahan bakar dengan harga yang dinilai layak.

Salah seorang sumber industri mengatakan sedikitnya 60.000 metrik ton bensin telah diberangkatkan dari India menuju Rusia. Sumber lainnya menyebut terdapat dua kapal tanker yang masing-masing mengangkut sekitar 30.000 hingga 40.000 ton bensin menuju Rusia.

Sementara itu, sumber ketiga mengungkapkan Rusia berencana mengimpor sekitar 400.000 ton bensin setiap bulan dari berbagai negara, termasuk Belarus yang berbatasan langsung dengan Rusia dan telah lebih dulu mengekspor bahan bakar ke negara tersebut.

Belarus sendiri telah meningkatkan pasokan bensin ke Rusia secara signifikan. Berdasarkan perhitungan Reuters dan sejumlah sumber industri, pengiriman bensin melalui jalur kereta api dari Belarus ke Rusia selama paruh pertama Juni melonjak hampir tiga kali lipat menjadi lebih dari 70.000 ton, dibandingkan periode yang sama pada paruh pertama Mei.

Langkah impor itu dilakukan karena konsumsi bensin Rusia pada musim panas sangat tinggi, mencapai sedikitnya 110.000 ton per hari, ketika permintaan bahan bakar meningkat. Hingga kini belum diketahui perusahaan kilang minyak India mana yang memasok bensin ke Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya mengakui bahwa serangan drone Ukraina terhadap kilang-kilang minyak telah menyebabkan kekurangan bahan bakar di sejumlah wilayah Rusia.

Dalam rapat bersama para menteri dan pejabat pemerintah pada Minggu, Putin mengatakan serangan tersebut memang memicu gangguan pasokan, namun pemerintah masih mampu mengatasinya.

Pekan lalu, parlemen Rusia juga telah menyetujui perubahan terhadap undang-undang perpajakan sebagai bagian dari upaya mengatasi kelangkaan bahan bakar akibat serangan drone Ukraina. Melalui perubahan tersebut, pemerintah Rusia akan memberikan subsidi terhadap impor bahan bakar, dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan biaya pengiriman dan harga pasokan dari India.

Di sisi lain, hubungan energi Rusia dan India justru kian menguat sepanjang tahun ini.

Data pelacakan kapal dari LSEG dan Kpler menunjukkan impor minyak mentah India dari Rusia melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah pada Juni. Kilang-kilang minyak India meningkatkan pembelian minyak Rusia untuk mengurangi dampak gangguan pasokan dari wilayah lain akibat penutupan Selat Hormuz.

Berdasarkan data Kpler, minyak Rusia menyumbang lebih dari 50% dari total impor minyak India pada Juni, meningkat dibandingkan 36,5% pada Mei.

Sementara itu, data awal Kpler dan LSEG menunjukkan India, yang merupakan importir minyak terbesar ketiga di dunia, menerima sekitar 2,70 juta barel minyak per hari dari Rusia sepanjang Juni.

 

(luc/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Krisis BBM di Negara Kaya Minyak Makin Parah: Harga Rekor - Stok Tipis


Most Popular
Features